Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Ilmu Ekonomi>Prinsip-Prinsip Dasar Akuntansi

Prinsip-Prinsip Dasar Akuntansi

oleh: Patrik_galugu     Pengarang : Kieso
ª
 
Empat prinsip dasar akuntasi (principles of accounting) yang digunakan untuk mencatat transaksi adalah:

1. Prinsip Biaya Historis

GAAP mewajibkan sebagiana besar aktiva dan kewajiban diperlakukan dan dilaporkan berdasarkan harga akuisi. Hal ini seringkali disebut prinsip biaya historis (historical cost principle).

Biaya (cost) memiliki keunggulan yang penting dibandingkan penilaian yang lainnya, yaitu dapat diandalkan.


2. Prinsip Pengakuan Pendapatan

Persoalan penting yang dihadapi perusahaan adalah kapan pendapatan harus diakui. Pendapatan umumnya diakui apabila telah direalisai dan telah dihasilkan. Pendekatan ini seringkali dipandang sebagai prinsip pengakuan pendapatan (revenue recognition principle). Pendapatan dikatakan telah direalisasi (realized) apabila produk (barang dan jasa), barang dagang, atau aktiva lainnya telah dipertukarkan dengan kas atau klaim atas kas. Pendapatan diakatakan dapat direalisai (realizable) apabila aktiva yang diterima atau dipegang dapat segera dikonversikan menjadi kas atau klaim atas kas. Aktiva dikatakan dapat dikonversi menjadi kas apabila dapat dijual atau dipertukarkan dalam pasar aktiv pada harga yang dapat ditentukan dengan mudah tanpa biaya tambahan yang signifikan.

Pengecualian:

Selama produksi. Pengakuan pendapatan sebelum kontrak selesai dibolehkan untuk kontrak-kontrak konstruksi jangka panjang tertentu.

Akhir Produksi. Kadangkala, pendapatan bisa diakui setelah siklus produksi berakhir tetapi sebelum penjualan terjadi.

Penerimaan kas. Penerimaan kas merupakan dasar pengakuan lainnya. Pendekatan dasar kas hanya akan digunakan apabila tidak dimungkinkan untuk menentukan angka pendapatan pada saat penjualan karena ketidakpastian penagihan.


3. Prinsip Penandingan

Dalam mengakui beban, pendapatan yang dipakai adalah “biarkan beban mengikuti pendapatan.” Beban diakui bukan pada saat upah dibayarkan, atau ketika pekerjaan dilakukan, atau pada saat produk diproduksi, tetapi ketika pekerjaan (jasa) atau produk secara aktual memberikan kontribusi terhadap pendapatan. Praktek ini disebut sebagai prisnip penandingan (matching principle) karena menyatakan kerja keras (beban) ditandingkan dengan pencapaian (pendapatan) sepanjang hal ini rasional dan dapat diterapkan.


4. Prisip Pengungkapan Penuh

Dalam memutuskan informasi apa yang akan dilaporkan, praktek yan umum adalah menyediakan informasi yang mencukupi untuk mempengaruhi penilaian dan keputusan pemakai. Prinsip ini sering disebut prinsip pengungkapan penuh (full disclosure principle), mengakui bahwa sifat dan jumlah informasi yang dimasukkan dalam laporan keuangan mencerminkan serangkaian trade off penilaian.

Baca juga link relevan di bawah ini,

Diterbitkan di: 04 Februari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.