Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Asas pemungutan pajak

oleh: DionThohiron     Pengarang : BSE
ª
 

Asas pemungutan pajak


a. Asas domisili (asas tempat tinggal)

Negara berhak mengenakan pajak atas seluruh penghasilan wajib pajak yang bertempat ting- gal di wilayahnya, baik penghasilan yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri. Asas ini berlaku untuk wajib pajak dalam negeri.


b. Asas sumber

Negara berhak mengenakan pajak atas penghasilan yang bersumber di wilayahnya tanpa memperhatikan tempat tinggal wajib pajak.


c. Asas kebangsaan

Pengenaan pajak dihubungkan dengan kebangsaan suatu negara. Misalnya, pajak bangsa asing di Indonesia dikenakan pada setiap orang yang bukan berkebangsaan Indonesia tetapi bertempat tinggal di Indonesia. Asas ini berlaku untuk wajib pajak luar negeri.


d. Asas keadilan

Pajak yang dibebankan hendaknya dibagi kepada masyarakat dengan seadil-adilnya. Misalnya, dengan menerapkan tarif pajak progresif, yaitu tinggi pendapatan seseorang atau badan usaha semakin tinggi persentase tarifvpajak yang dikenakan.


e. Asas pemerataan

Pajak yang dibebankan hendaknya dibagi secara merata kepada segenap lapisan atau go- longan masyarakat.


f. Asas manfaat

Pajak yang dibebankan kepada wajib pajak hendaknya disesuaikan dengan manfaat yang diperoleh (benefit principle). Misalnya, pajak kendaraan bermotor lebih besar daripada pajak sepeda. Pajak untuk mobil lebih besar daripada pajak sepeda motor. Hal ini disebut juga tarif

pajak progresif.


g. Asas kemampuan

Pajak yang dibebankan harus sesuai dengan daya pikul wajib pajak . Hal ini dapat dilakukan dengan cara menghitung jumlah penghasilan yang diterima seseorang.


h. Asas yuridis

Pajak yang dibebankan kepada wajib pajak harus mempunyai kepastian hukum (subjek pajak, objek pajak, tarif pajak, cara pembayaran, sanksi yang dikenakan).


i. Asas efisien/ekonomis

Pajak yang dibebankan kepada wajib pajak hendaknya tidak memberatkan atau menghambat perkembangan usaha perekonomian.


j. Asas sederhana

Pajak yang dibebankan kepada wajib pajak hendaknya jangan terlalu banyak ragam atau jenisnya agar mudah dimengerti oleh wajib pajak.

Diterbitkan di: 03 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.