Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Ilmu Ekonomi>Instrumen yang Diperdagangkan di Pasar Modal

Instrumen yang Diperdagangkan di Pasar Modal

oleh: irzu     Pengarang : m maftuh
ª
 
Yang dimaksud instrumen yang diperdagangkan di pasar modal adalah suratsurat
berharga yang dapat diperdagangkan di pasar modal yang meliputi surat
pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit
Penyertoran kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif
dari Efek.
Husnan memberikan pengetian sebagai berikut :
Secarik kertas (surat) yang mempunyai nilai pasar karena surat tersebut
menunjukkan klaim atas aktiva riil perusahaan (misalnya mesin-mesin, pabrik,
bahan baku, barang dagangan, bahkan termasuk merk dagang)
Pada dasarnya surat berharga di pasar modal dikelompokkan ke dalam tiga
bentuk, yaitu surat berharga bersifat penyertaan yang lazim disebut saham atau ekuitas
(equity), surat berharga yang bersifat pendapatan tetap (fixed income) yang lazim
disebut obligasi atau surat pengakuan hutang (bond), dan turunan surat berharga
tersebut yang lazim disebut derivatif. Namun demikian, seiring dengan perkembangan
pasar modal, terdapat pula instrumen yang diperdagangkan dan terkait dengan pasar
modal, yakni reksadana atau mutual fund.
Surat berharga yang berbentuk saham bersifat penyertaan karena pemegang
saham dianggap menjadi pemilik perusahaan yang menerbitkan saham, sehingga
pemegang saham mendapatkan hasil investasi berdasar atas besar kecilnya laba
perusahaan dan mempunyai hak suara dalam menentukan kebijakan perusahaan sebesar
saham yang dikuasainya. Demikian pula bila terjadi kerugian yang mengakibatkan
perusahaan dilikuidasi, maka pemegang saham bertanggung jawab penuh atas kerugian
sebesar saham yang dikuasai, sehingga pemegang saham merupakan pihak paling akhir
urutannya dalam pengembalian modal yang telah diinvestasikan bila perusahaan
dilikuidasi. Modal yang telah diinvestasikan dalam saham tidak dapat ditarik kembali
selamanya kecuali saham yang dikuasai dijual di pasar sekunder atau ketika perusahaan
dilikuidasi.
Berbeda dengan obligasi atau surat pengakuan hutang, karena pemegang
obligasi berkedudukan sebagai kreditor, ia tidak turut menjadi pemilik dan tidak berhak
atas penentuan kebijakan menjalankan perusahaan. Pemegang obligasi berhak
mendapatkan hasil tetap yang telah diperjanjikan di muka dan tidak tergantung pada
besar kecilnya laba yang diperoleh perusahaan, selain itu modal yang diinvestasikan
dibatasi dengan jangka waktu tertentu atau memiliki masa jatuh tempo (maturity), pada
waktu jatuh tempo perusahaan wajib mengembalikan dana pokok atau dengan bunganya
untuk obligasi diskon. Ketika perusahaan dilikuidasi pemegang obligasi mendapatkan
urutan lebih dahulu dalam pengembalian dana yang telah diinvestasikan sebelum para
pemegang saham.
Surat berharga selain dari dua kelompok utama tersebut berbentuk instrumen
derivatif, yang merupakan turunan dari instrumen pokok (underlying asset) baik berupa
saham ataupun obligasi. Derivatif merupakan surat berharga berupa kontrak janji untuk
membeli atau menjual surat berharga tertentu yang menjadi underlying asset pada suatu
waktu yang harganya dapat ditentukan di muka ataupun menurut harga pasar.
Sedangkan reksadana adalah kontrak kerjasama antara sekumpulan pemodal
dengan manajer investasi (pooling) untuk melakukan investasi di pasar modal dengan
menyerahkan pengelolaan dana yang disetor oleh investor kepada manajer investasi.
Diterbitkan di: 25 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.