Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengertian Ekonomi Islam

oleh: irzu     Pengarang : muhammad
ª
 
Difinisi ekonomi Islam
Secara etimologi kata ekonomi merupakan terjemah dari kalimat القصد
yang berarti ekonomis. Hal ini sebagaimana pendapat Rofiq Yunan al-Mis}ri
dalam bukunya yang berjudul Us}ulul Iqtis}a>d al-Islamiyah bahwa istilah
الاقتصاد yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia “ekonomi” pada
hakekatnya bermakna القصد yang berarti التوسيط (Pertengahan) dan العدل
(adil/berkeadilan). Difinisi ini mengacu pada ayat al-Qur’an yang terdapat
dalam S. Luqma>n: 19 dan S. al-Ma>idah : 66.
Sementara secara istilah, ekonomi Islam dapat diartikan dalam beberapa
difinisi sebagaimana pendapat para ekonom muslim seperti Baqr Sadr, M.A
Mannan, Najtullah Siddiqi, dan Hasanuzzaman. Menurut Baqir Sadr, ekonomi
Islam merupakan sebuah ajaran atau doktrin dan bukan hanya ilmu ekonomi
murni, sebab apa yang terkandung dalam ekonomi Islam bertujuan
memberikan solusi hidup yang paling baik. Oleh karena itu, menurut Baqr
Sadr, haruslah dibedakan antara ilmu ekonomi (science of economic) dengan
doktrin ilmu ekonomi (doctrine of economic). Dengan kata lain, Baqr Sadr
memandang ilmu ekonomi hanya sebatas mengantarkan manusia pada
pemahaman bagaimana aktifitas ekonomi berjalan. Sedangkan doktrin ilmu
ekonomi bukan hanya sekedar memberikan pemahaman pada manusia
bagaimana aktifitas ekonomi berjalan, namun lebih pada ketercapaian
kepentingan duniawi dan ukhrowi. Dari hal ini, perbedaan pokok antara
ekonomi Islam dengan ekonomi konvensional adalah terletak pada landasan
filosofisnya bukan pada sainnya.
Sedangkan menurut M.A Mannan, ekonomi Islam adalah ilmu
pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang
di ilhami oleh nilai-nilai Islam. Bagi Mannan ekonomi Islam merupakan studi
tentang masalah-masalah ekonomi dari setiap individu dalam masyarakat yang
memiliki kepercayaan terhadap nilai-nilai kehidupan Islam atau Homo
Islamicus. Secara keseluruhan gagasan ekonomi M.A Mannan dapat
dikategorikan sebagai gagasan Islamisasi ekonomi konvensional. Hal ini
nampak dalam pola pendekatan ekletisme yang mewarnai pemikirannya.
Di sisi lain, Najtullah Siddiqi berpendapat bahwa ekonomi Islam
merupakan jawaban dari pemikir muslim terhadap tantangan-tantangan
ekonomi pada zamannya. Tidak berbeda dengan Mannan, Siddiqi juga
menerima gagasan ilmu neoklasik (Konvensional) yang diselaraskan dengan
nilai-nilai universal Islam seperti keadilan dan persaudaraan. Dalam hal ini,
Siddiqi berpandangan bahwa ekonomi merupakan aspek budaya yang lahir
dari pandangan hidup (world view) seseorang. Dengan kata lain, world view
seseoranglah yang melahirkan sistem ekonomi bukan sebaliknya.
Sementara Hasanuzzaman mengemukakan bahawa ekonomi Islam
merupakan pengetahuan dan aplikasi ajaran-ajaran Syari’ah yang mencegah
ketidakadilan dalam pencarian dan pengeluaran sumber-sumber daya, guna
memberikan kepuasan bagi manusia dan memungkinkan mereka
melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka terhadap Allah SWT dan
masyarakat.
Dari paparan difinisi ekonomi Islam di atas, dapat ditarik inti
pemahaman bahwa pada dasarnya ekonomi Islam merupakan bentuk
aktualisasi nilai-nilai universal Islam seperti al-‘Adl (keadilan) yang tertuang
dalam al-Qur’an dan al-Hadith yang mengarahkan manusia pada tujuan
pencapaian kebagagiaan di dunia dan akhirat. Perbedaan yang muncul dalam
pemikiran ekonom muslim di atas seyogyanya berpusat pada pemakaian
metodologi, penafsiran kosep ekonomi dalam al-Qur’an seperti khilafah dan
implikasi terhadap konsep kepemilikan serta penafsiran terhadap sistem
ekonomi Islam.
Diterbitkan di: 21 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa pengertian sistem ekonomi islam ? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.