Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Ilmu Ekonomi>Manfaat, Pemakaian dan Asumsi Dasar Akuntansi

Manfaat, Pemakaian dan Asumsi Dasar Akuntansi

oleh: DionThohiron     Pengarang : BSE
ª
 

a) Manfaat Akuntansi

Beberapa manfaat dari akuntansi bagi dunia bisnis, antara lain sebagai berikut.


1) Menyediakan informasi ekonomis suatu perusahaan untuk pengambilan keputusan investasi dan kredit.

2) Memberikan gambaran kondisi perusahaan dari suatu periode ke periode berikutnya.

3) Memberikan potret yang dapat diandalkan mengenai kemampuan untuk menghasilkan laba.

4) Menjadi media komunikasi antar manajemen dengan pengguna informasi.

5) Merupakan bentuk pertanggungjawaban manajemen kepada stockholder.


b) Pemakai Akuntansi

Pemakai (pengguna) informasi akuntansi pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu :


1. Pemakaian internal

2. Pemakaian eksternal Pemakaian internal adalah mereka yang menghasilkan keputusan yang berakibat langsung kepada operasional perusahaan,

misalnya komisaris, direksi, manajemen, dan karyawan perusahaan. Pemakaian eksternal adalah mereka yang menghasilkan keputusan terkait dengan hubungan mereka dengan perusahaan, misal kreditur, investor, pemasok, pemerintah, pelanggan, peneliti, dan komunitas terkait.


c. Asumsi Dasar Akuntansi

Untuk menyusun laporan keuangan harus didasarkan pada asumsi-asumsi akuntansi sebagai berikut.


a) Dasar tunai (cash basic) adalah dasar akuntansi yang menetapkan bahwa pencatatan transaksi atau peristiwa ekonomi hanya dilakukan apabila transaksi tersebut menimbulkan perubahan pada kas.

b) Dasar akrual (accrual basic) adalah dasar akuntansi yang mengakui transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kejadian (bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar). Transaksi-transaksi tersebut dicatat dalam catatan akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang bersangkutan.

c) Konsep entitas (kesatuan usaha) Yang dimaksud konsep kesatuan usaha adalah akuntansi harus berlaku untuk setiap unit ekonomi secara terpisah. Dengan demikian kejadian keuangan yang menyangkut suatu unit ekonomi tidak boleh dicampur dengan unit ekonomi lain maupun dengan pemiliknya.

d) Kelangsungan usaha (going concern assumption) Laporan keuangan disusun dengan anggapan bahwa perusahaan akan melanjutkan usahanya di masa depan dan tidak bermaksud mengurangi skala usahanya, atau bahkan melikuidasi.

e) Unit moneter (monetary unit assumption) Seluruh transaksi dan peristiwa ekonomi dapat dinyatakan dalam satu mata uang tertentu.

f) Periode Akuntansi (accounting periode assumption) Laporan keuangan perusahaan harus dilaporkan secara berkala dibagi dalam periode tertentu (periode akuntansi).

Diterbitkan di: 08 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.