Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengertian Kebisingan

oleh: rajauntung     Pengarang : noersholec
ª
 
Bising adalah suara/bunyi yang tidak dikehendaki bagi
manusia (Emil Salim, 2002:246). Sedangkan bunyi didengar sebagai
rangsangan-rangsangan pada telinga oleh getaran-getaran
melalui media elastis. Terdapat dua hal yang menentukan kualitas
suatu bunyi, yaitu frekuensi dan intensitasnya.
Biasanya suatu kebisingan terdiri dari campuran sejumlah
gelombang-gelombang sederhana dari beraneka frekuensi.
Telinga manusia mampu mendengar frekuensi antara 16 – 20.000
Hz (Suma’mur PK, 1996:58). Sedangkan intensitas kebisingan yang
dianjurkan bedasarkan Kep. Men. No. 55 tahun 1999 adalah 85
dBA untuk 8 jam kerja.

Jenis – jenis kebisingan
Menurut (Suma’mur, PK 1996:58) jenis– jenis kebisingan yang sering
ditemukan adalah:
1) Kebisingan yang kontinyu dengan spektrum frekuensi luas,
seperti mesin- mesin, kipas angin, dapur pijar dan lain-lain
2) Kebisingan kontinyu dengan spektrum frekuensi sempit,
misalnya gergaji sirkuler, katup gas dan lain-lain
3) Kebisingan terputus-putus (intermittent) seperti lalulintas, suara
kapal terbang dilapangan udara
4) Kebisingan impulsif, misalnya pukulan pemukul, tembakan
senapan, ledakan
5) Kebisingan impulsif berulang seperti mesin tempa di
perusahaan

Pengaruh Kebisingan
Setiap tenaga kerja memiliki kepekaan sendiri-sendiri
terhadap kebisingan, terutama nada yang tinggi, karena
dimungkinkan adanya reaksi psikologis seperti stres, kelelahan, hilang efisiensi dan ketidaktenangan (Sutaryono, 2002: 17). Lebih
dari itu Mike Wardhani,dkk (2004: 445), menyatakan pengaruh
utama dari kebisingan kepada kesehatan (efek fisiologis) adalah
kerusakan pada indra pendengar yang menyebabkan ketulian.
Disamping itu sumber kebisingan yang tinggi memiliki
pengaruh terhadap tenaga kerja, yaitu :
1) Mengurangi kenyamanan dalam bekerja
2) Mengganggu komunikasi atau percakapan antar pekerja
3) Mengurangi konsentrasi
4) Menurunkan daya dengar, baik yang bersifat sementara
maupun permanen
5) Tuli akibat kebisingan (AM Sugeng Budiono, 2003: 33).
Pernyataan diatas diperkuat dengan penelitian Laird yang
dikutip oleh Rizeddin.Rasjid,dkk (1989:17), ditemukan adanya
pengaruh kebisingan terhadap penurunan prestasi kerja pada
tingkat kebisingan 50 – 60 dB.A. Rizeddin.Rasjid,dkk (1989: 16) juga
menyatakan ada berbagai faktor yang berpengaruh terhadap
pelaksanaan tugas seseorang yang bekerja ditempat kerja yang
bising, faktor-faktor tersebut adalah:
1) Frekuensi kebisingan, nada tinggi adalah lebih
mengganggu daripada nada rendah.
2) Jenis kebisingan, kebisingan terputus-putus lebih
mengganggu daripada kebisingan kontinyu. 3) Sifat pekerjaan, pada pekerjaan yang rumit atau
kompleks lebih banyak terganggu daripada pekerjaan
yang sederhana.
4) Variasi kebisingan, makin sedikit variasinya maka makin
sedikit pula gangguannya.
5) Sikap individu, karyawan yang tidak menggunakan Alat
Pelindung Diri (APD), yaitu ear plugh/ear muff akan lebih
banyak terganggu daripada yang menggunakan APD.
Diterbitkan di: 04 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah arti dari kebisingan impulsif? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.