Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Ilmu Ekonomi>Pengertian Penjadwalan Produksi

Pengertian Penjadwalan Produksi

oleh: rajauntung     Pengarang : Nirwan Wibo
ª
 
Penjadwalan didefinisikan sebagai proses mengalokasikan sumber daya yang ada untuk menjalankan sekumpulan tugas-tugas dalam jangka waktu tertentu. Secara umum penjadwalan bertujuan untuk efisiensi penggunakan sumber daya (Julianus, 1992). Kendalan yang dihadapi dalam penjadwalan pada dasarnya berkaitan dengan :
1. Keterbatasan sumber daya yang tersedia
2. Kendala teknologi dalam kaitannya dengan urutan-urutan pelaksanaan kegiatan
3. Batas waktu penyelesaian sesuai dengan target
Unsur-unsur vital didalam model-model penjadwalan adalah sumber-sumber dan tugas-tugas. Sumber-sumber biasanya dikenal dengan mesin-mesin sedangkan tugas-tugas dikenal dengan job atau pekerjaan.
Menurut L. Bethel dalam bukunya “Industrial Organization and Management” memberikan definisi penjadwalan atau scheduling sebagai berikut :
Penjadwalan produksi merupakan proses penentuan pekerjaan yang akan dilakukan. Penjadwalan (scheduling) adalah suatu tahapan dari pengawasan produksi yang menetapkan pekerjaan dalam urut-urutan yang sesuai dengan prioritasnya dan kemudian dilengkapi pelaksanaan rencana tersebut pada waktu yang tepat dengan urutan yang benar, sehingga berhubungan dengan kapan suatu pekerjaan akan dilaksanakan pada suatu bagian produksi.
Penyusunan suatu penjadwalan atau scheduling produksi yang semata-mata hanya berdasarkan intuisi belaka jelas akan dapat mempengaruhi jumlah hasil produksi yang sebenarnya. Dalam hal ini penjadwalan produksi yang demikian itu akan menyebabkan timbulnya waktu yang tidak produktif (idle time) dan juga kapasitas yang tidak produktif (idle capacity) dari mesin-mesin yang digunakan. Yang biasa digunakan untuk melakukan pengurutan N job M mesin adalah sebagai berikut:
1. Algoritma Johson
2. Algoritma Palmer
3. Algoritma Gupta atau Dannebring
4. Jadwal Non Delay
5. Metode Campbell, Teuton and Smith (CTS)
6. Penjadwalan berdasarkan Prioritas
Disni penulis akan melakukan penjadwalan atau pengurutan pekerjaan pada PT. Golden Ruberindo Gresik dengan menggunakan metode Campbell, Teuton and Smith dan aturan Shortest Processing Time (SPT) dan aturan Earlier Due Date (EDD). Berikut ini langkah-langkah beberapa metode pengurutan N job M mesin :
• Metode Palmer
Metode Palmer ini diperkenalkan pada tahun 1965, dimana aturan dari algoritma palmer adalah sebagai berikut :
Langkah 1 : Hitung slope index (Sj) untuk mengurutkan job dari job pertama dengan persamaan :
Sj = (m-1)tjm + (m-3)tjm-1 + (m-3)tjm-2 + …….. - (m-3)tj2 - (m-1)tj1
Langkah 2 : Ulangi langkah 1 sampai didapatkan nilai slope index dari semua job.
Langkah 3 : Urutkan job berdasarkan nilai slope index tertinggi sampai terendah.
Langkah 4 : Hitung nilai makespan dari system
Keterangan
Sj : nilai slope index untuk job j (j = 1,2,3, …… n)
Tjm : waktu pemrosesan untuk job j pada mesin m (m = 1,2,3, …… I)
Dengan panjadwalan produksi yang didasarkan pada suatu pemikiran yang tepat, lebih-lebih didasarkan atas pemikiran yang ilmiah tentunya mesin-mesin yang digunakan dapat dioperasikan sesuai dengan kapasitas yang dimiliki dan memperkecil
kemungkinan timbulnya waktu yang tidak produktif dari mesin-mesin tersebut, meskipun belum tentu mesin tersebut dioperasikan sebatas kapasitas maximum.
Dalam pembuatan jadwal pekerjaan, terdapat bermacam-macam aturan yang dapat dipergunakan, diantaranya :
1. First Come First Serve (FCFS) dimana pekerjaan tersebut diproses berdasarkan urutan order atau pesanan yang masuk.
2. Shortest Processing Time (SPT) dimana urutan pekerjaan dipilih berdasarkan waktu proses yang paling singkat.
3. Long Processing Time (LPT) dimana urutan pekerjaan dipilih berdasarkan waktu proses yang paling lama.
4. Dan lain-lain
Sedangkan kriteria performance yang dapat dipergunakan diantaranya yaitu :
1. Kriteria berdasarkan Completion Time
􀀹 Minimasi maksimum Flow Time (Minimasi Fmax)
􀀹 Minimasi Cmax
􀀹 Minimasi rata-rata Flow Time (F)
􀀹 Minimasi rata-rata Completion Time
2. Kriteria dengan dasar due date (batas waktu penyerahan)
􀀹 Minimasi rata-rata Lateness (L)
􀀹 Minimasi maximum Lateness (Lmax)
􀀹 Minimasi rata-rata Tardiness (T)
􀀹 Minimasi rata-rata Tardiness (Tmax)
3. Kriteria dengan dasar penyimpanan dan ongkos
􀀹 Minimasi rata-rata jumlah job yang menunggu pada mesin (Nw) yang berhubungan dengan in inventory process.
􀀹 Minimasi rata-rata jumlah job yang selesai dikerjakan (Nc)
􀀹 Minimasi rata-rata jumlah job yang selesai dikerjakan pada waktu tertentu (Np).
Diterbitkan di: 04 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    untuk metode Shortest Processing Time (SPT) dan Metode Campbell, Teuton and Smith (CTS) diperlengkap duuuuuunk Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Long Processing Time bertujuan untuk meminimasi apa yaa? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    untuk contoh laporan kerja praktek mengenai penjadwalan produksi bisa ditunjukkin gak? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.