800x600
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-style-parent:"";
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman","serif";}
ISO 14001 (International
Organization for Standardization) adalah seri standar internasional yang
berisi manajemen lingkungan yang bertujuan untuk menyiapkan Sistem Manajemen
Lingkungan yang efektif bagi organisasi. ISO 14001 ini juga dapat membantu
organisasi untuk mencapai tujuan lingkungan dan ekonomi. Seperti Standar Internasional
lainnya, standar ini tidak mengharuskan organisasi untuk menambah atau
mengganti peraturan perundangannya.
Standar
Internasional ini berisi persyaratan dalam melaksanakan Sistem Manajemen
Lingkungan bagi sebuah organisasi untuk menyusun dan melaksanakan manajemen
sistematik yang mengarah pada permasalahan lingkungan. Hasil yang diharapkan
dari pelaksanaan ISO ini ialah perbaikan yang terus menerus dalam Sistem
Manajemen Lingkungan suatu organisasi. Standar ini ditujukan kepada seluruh
jenis dan ukuran organisasi dan untuk mengakomodasi keadaan geografi, kondisi
sosial dan budaya yang beragam. Dengan menyusun dan menerapkan teknik sistem
manajemen secara sistematik dapat berperan untuk memberikan hasil yang optimal kepada
seluruh aspek. Akan tetapi dalam mencapai tujuan lingkungannya, sebuah Sistem
Manajemen Lingkungan dapat mendorong organisasi untuk mempertimbangkan teknik
atau cara yang terbaik yang sesuai dengan keadaan organisasi.
Pada
ISO 14001 terdapat beberapa langkah yang telah dikembangkan menjadi 17 elemen. Keseluruhan
17 elemen ini dikelompokkan menjadi 5 bagian, yaitu : kebijakan lingkungan,
perencanaan, penerapan dan pengoperasian, pemeriksaan, serta pengkajian ulang
manajemen.
Dengan
membuat kebijakan lingkungan dan
kemudian menyusun hal-hal yang menjadi perhatian organisasi, dalam lingkungan
(aspek lingkungan) dan menentukan apa yang harus dilakukan untuk mengendalikan
aspek lingkungan tersebut, dan kemudian menyusun rencana untuk mewujudkan aspek lingkungan tersebut (tujuan dan
sasaran) kemudian menghasilkan rencana untuk mewujudkan itu semua. Kemudian,
dengan menetapkan struktur organisasi, tanggung jawab masing-masing, dan
pelatihan, maka mulai menjalankan rencana (pelaksanaan).
Pengkomunikasian, pengendalian dokumen dan prosedur pengendalian operasional
dan tanggap darurat merupakan bagian-bagian program. Bagian ini biasanya
terdiri dari manual Sistem Manajemen Lingkungan yang mendokumentasikan program
yang menghasilkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Metode organisasi
untuk mengukur dan memantau dampak lingkungan juga termasuk dalam pemeriksaan Sistem Manajemen
Lingkungan, bersama dengan pelaksanaan pengidentifikasian ketidaksesuaian dan
untuk melaksanakan tindakan perbaikan dan pencegahan. Dan, pada akhirnya
program yang telah dijalankan harus dilakukan peninjauan ulang secara berkala. Kata-kata yang dicetak tebal
merupakan pendefinisian bagian-bagian utama ISO 14001.
ISO
14000 juga merupakan standar global yang menyediakan struktur mekanisme bisnis
untuk mengukur, mengatur dan yang terpenting mengurangi resiko dan dampak
lingkungan.
Standar
ISO 14000 terdiri dari dua ide utama:
1. Pertama ialah keinginan untuk konsisten
dengan standar manajemen lingkungan dan penerapannya. Ide ini berisi bahwa
dimanapun lokasi sebuah bisnis, jika memiliki program sesuai dengan standar maka
keberhasilannya akan diterima secara universal (Hall, 1996).
2. Tema penting yang kedua ialah, dalam
menyusun Sistem Manajemen Lingkungan setiap perusahaan diijinkan untuk
mempertimbangkan proses, produk dan nilainya sendiri untuk menyusun prosedur
yang paling efektif bagi diri mereka sendiri dan juga mengukur proses
berdasarkan tujuan yang diinginkan dari sebuah program.(Hall, 1996)