Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Ilmu Ekonomi>Konsep Dan Definisi Pengukuran Kinerja

Konsep Dan Definisi Pengukuran Kinerja

oleh: rajauntung     Pengarang : ahmad nursa
ª
 
Definisi pengukuran kinerja menurut General Accounting Office(GAO) yang didasari dari Artley (2001) adalah sebagai berikut :“Pengukuran Kinerja adalah proses monitoring dan pelaporan darikeberhasilan suatu progam yang dilakukan secara terus menerus, terutamakemajuan yang mengarah pada tujuan dari berdirinya organisasi atauperusahaan”. Biasanya dilakukan oleh suatu progam atau agenmanajemen. Pengukuran kinerja dapat berkaitan dengan tipe atau tingkatanaktivitas progam yang dilakukan (proses) produk langsung dan jasa darisebuah progam (output) dan atau hasil dari produk dan jasa (outcome).“progam” bisa berupa aktivitas projek fungsi atau kebijaksanaan yangmemiliki maksud atau sekumpulan yang dapat didefinisikan.Mengapa kinerja perlu di ukur ? Will Artley dan Suzanne Strohdalam The Performance-Based Management Hand Book (2001) mengutipbeberapa alasan pengukuran kinerja sebagai berikut :1. Menurut The Performance Review (1997)Pengukuran kinerja memberikan berbagai manfaat bagi organisasi.Salah satu manfaatnya adalah memberikan pendekatan terstruktur untukpemfokusan pada rencana strategis, tujuan dan kinerja serta memberikanmekanisme untuk pelaporan kinerja progam ke level managemen yanglebih tinggi. 2. The General Service AdministrationPengukuran memfokuskan perhatian pada apa yang dikerjakan danmengarahkan organisasi untuk mengkonsentrasikan waktu sumber danenergi pada pencapaian tujuan. Apabila hasilnya berbeda dari tujuanorganisasi dapat menganalisa gap dalam kinerja dan membuatkebijaksanaan.3. US Departement of Energya. Pengukuran kinerja meningkatkan managemen dan pengantaranproduk dan jasab Pengukuran kinerja meningkatkan komunikasi internal antarpegawai serta komunikasi eksternal antara organisasi dengankonsumen dan pemegang saham.c Pengukuran kinerja membantu menjaga keseimbangan antaraprogam dengan biaya yang dikeluarkan.4. Mark Graham BrownPengukuran memberikan data karakteristik untuk keperluankeputusn bisnis sehingga mengurangi fenomena managemen denganinstitusi. Pengukuran mengidentifikasikan area yang membutuhkanperhatian dan memungkinkan pengaruh positif dalam area tersebut.Implementasi Performance Measurement (Pengukuran Kinerja) dalamorganisasi seringkali orang yang terlibat dalam organisasi tersebut tidakmemahami apa itu Performance Measure. Beberapa perusahaan memilikipengukuran dan pengumpulan data dimana mereka menganggap bahwa ituadalah performance measure, seperti : jumlah cek yang diproses (bank,ukuran bill of material, variasi item inventory). Meskipun data-datatersebut memberikan informasi pada managemen tetapi informasi tersebuttidak merupakan Performance Measure karena mereka hanya memberikaninformasi tentang efisiensi dan efektifitas dari proses. Hal ini terjadikarena para manager tidak familiar dengan definisi PerformanceMeasurement. Beberapa definisi yang diberikan oleh peneliti :a. Patrik L Romano (1989)“Pengukuran Kinerja merupakan salah satu proses dalam sistempendukung manajemen dengan membandingkan dan mengevaluasiantara rencana yang dibuat dan hasil yang dicapai, menganalisapenyimpangan yang terjadi dan melakukan perbaikan”.b. Mulyadi (1993)“Pengukuran Kinerja adalah penentuan secara periodik efektifitasoperasional dari suatu organisasi dan karyawannya berdasarkansasaran standart dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya”.Menurut Mulyadi (1993) tujuan Pengukuran Kinerja adalah sebagaiberikut :1. Untuk menentukan konstribusi suatu bagian dalam perusahaanterhadap organisasi secara keseluruhan.2. Untuk memberikan dasar bagi penelitian suatu prestasi dalamberorganisasi3. Untuk memberikan motivasi bagi manager bagian di dalammenjalankan bagiannya seirama dengan tujuan pokokperusahaan secara keseluruhan.2.1.2 Tujuan Pengukuran KinerjaTujuan pengukuran kinerja menurut ILO (1983:2):a. Mengurangi factor-faktor yang menyebabkan adanya kenaikanwaktu proses pembuatan produk, seperti proses yang tidakberjalan semestinya, waktu yang tidak efektif selama produksiberlangsung, kekurangan pihak manajemen atau kelainan pihakpekerja.b. Pengurangan semifinal mungkin jumlah tenaga kerja nyatayang tersangkut pada suatu proses produksi, sehingga dapatmenghindari terjadinya kelebihan tenaga kerja yang berakibatmenurunya produktivitas perusahaan. c. Digunakan untuk menetapkan standart waktu pelaksanaankerja menemukan adanya waktu yang tidak efektif melaluisuatu penelitian mau tidak mau harus dianggap sebagai suatuhal yang penting, karena penentuan standart waktu produkuntuk di produksi akan terus-menerus di gunakan selamapekerjaan produksi berlangsung dan akan mengungkap adanyawaktu yang tidak efektif.
Diterbitkan di: 30 Oktober, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.