Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Ilmu Ekonomi>Struktur Supply Chain Management

Struktur Supply Chain Management

oleh: rajauntung     Pengarang : ahmad agus
ª
 
Pada suatu rantai jaringan pada SCM memiliki komponen-komponen yang biasa disebut channel, misalnya supplier, manufaktur, pusat distribusi, wholesaler, dan retailer. Dimana semua channel yang ada tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen akhir. Gambar 1 menggambarkan struktur SCM yang sederhana.Realitas di lapangan memungkinkan struktur SCM lebih komplek. Sebab, suatu supplier bisa saja merupakan industri manufactur. Sehingga SCM tidak selalu merupakan rantai lurus, sebab suatu industri bisa saja memiliki puluhan pemasok. Dan produk yang dihasilkan oleh suatu industri bisa saja didistribusikan oleh lebih dari satu Distribution Center yang melayani beberapa Wholesaler dan Retailer. Mengelola Rantai PasokanManajemen Rantai Pasokan adalah pengintegrasian aktivitas pengadaan bahan dan pelayanan, pengubahan bahan menjadi produk, serta pengiriman ke pelanggan. Seluruh aktivitas itu mencakup aktivitas pembelian dan outsourcing, ditambah fungsi lain yang penting bagi hubungan antara pemasok dengan distributor (Heizer, 2005). Tujuannya adalah untuk membangun sebuah rantai pemasok yang memusatkan perhatian untuk memaksimalkan nilai bagi pelanggan. Kunci bagi manajemen rantai pasokan yang efektif adalah menjadikan para pemasok sebagai “mitra” dalam strategi perusahaan untuk memenuhi pasar yang selalu berubah. Pengembangan sebuah perencanaan strategis yang sukses bagi manajemen rantai pasokan memerlukan perencanaan yang inovatif dan penelitian yang seksama. Heizer 2005, rantai pasokan pada lingkungan global harus bersifat:1. Cukup fleksibel untuk menanggapi perubahan mendadak pada ketersediaan komponen, saluran distribusi atau pengiriman, bea impor, dan nilai mata uang.2. Mampu menggunakan teknologi transmisi dan komputer tercanggih untuk menjadwalkan dan mengelola pengiriman komponen serta produk jadi keluar.3. Memiliki karyawan lokal yang memiliki ketrampilan untuk menangani tugas-tugas, perdagangan, pemgiriman, imigrasi, dan permasalahan politis.Ketika suatu perusahaan beralih kearah integrasi dalam rantai pasokan, maka kaidah-kaidah dalam pengelolaan rantai pasokan harus dipenuhi dengan sebaik-baiknya. Kaidah tersebut meliputi kesepakatan atas tujuan bersama, kepercayaan, dan budaya organisasi yang sesuai (Heizer, 2005).1. Kesepakatan tujuan bersamaSebuah rantai pasokan yang terintegrasi memerlukan lebih dari sekedar kesepakatan pada terminologi kontrak kerjasama dari sebuah hubungan jual beli. Rekanan dalam rantai harus menghargai bahwa satu-satunya pihak yang menanamkan modal pada sebuah rantai pasokan adalah pelangggan akhir. Oleh karena itu, menciptakan pemahaman timbal balik akan misi, strategi, dan sasaran dari organisasi sangat penting.2. KepercayaanKepercayan merupakan hal yang sangat penting dalam rantai pasokan yang efektif dan efesien. Anggota rantai pasokan harus masuk ke dalam hubungan yang saling berbagi informasi. Sebuah hubungan dibangun berdasarkan saling percaya dan aktivitas seperti penelitian konsumen, analisis penjualan, prediksi, dan perencanaan produksi merupakan aktivitas bersama.3. Budaya organisasi yang sesuaiSebuah hubungan positif di antara organisasi pembeli dan pemasok yang datang dengan budaya organisasi yang sesuai dapat merupakan keuntungan nyata dalam membuat rantai pasokan bagaikan senandung.
Diterbitkan di: 30 Oktober, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana hubungan SCM dengan tokobagus Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.