Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Ilmu Ekonomi>Perubahan LINGKUNGAN BISNIS DAN PENGARUHNYA TERHADAP SISTEM

Perubahan LINGKUNGAN BISNIS DAN PENGARUHNYA TERHADAP SISTEM

oleh: sangbahagia     Pengarang : I Made Narsa
ª
 
Pendahuluan


Secara global, lingkungan dunia usaha saat ini berada dalam masa transisi dariera revolusi industri menuju era revolusi informasi dan komunikasi. Komunikasiinformasi makin bermutu dan makin cepat menyebabkan perubahan lingkungan yangcepat, dinamik dan rumit. Perubahan tersebut tidak hanya bersifat evolusioner, namunseringkali bersifat revolusioner. Pada saat ini terjadi perkembangan teknologi dalamtiga sektor utama yaitu (1) teknologi transportasi; (2) teknologi manufaktur; dan (3)teknologi informasi dan komunikasiPerkembangan teknologi transportasi memungkinkan produk yang berupa barangdan jasa mengalir dari bagian dunia yang satu ke bagian dunia yang lain denganjumlah relatif besar, dalam waktu relatif singkat serta dalam harga yang relatifmurah.Dalam bidang teknologi pemanufakturan timbul teknologi pemanufakturan maju(advanced manufacturing technology). Perkembangan teknologi ini didorong oleh danmendorong persaingan global. Dalam persaingan global, konsumen menginginkanproduk yang bermutu tinggi, sangat fungsional, dan berharga murah. Untukmenjawab kebutuhan konsumen tersebut perusahaan harus menggunakan strategiunggul (excellent) dengan mengutamakan tujuan laba jangka panjang. Strategi inidapat dilaksanakan jika perusahaan menguasai teknologi pemanufakturan maju.Teknologi pemanufakturan maju adalah teknologi yang memungkinkan perusahaanmenghasilkan produk yang bermutu tinggi, meningkatkan produktivitas dengan caramengeliminasi aktivitas yang tidak bernilai tambah, sehingga biaya perusahaan secaratotal dapat ditekan dan kebutuhan konsumen dapat dipenuhi.Perkembangan teknologi informasi yang cepat, misalnya komputer, serat optik,satelit, dan sebagainya, memungkinkan manusia untuk memperoleh informasi darilokasi yang jauh di belahan dunia lain dalam waktu singkat, mutu tinggi, dan biayamurah. Oleh karena itu era sekarang ini juga acapkali disebut era internet. Dengandemikian, manusia, termasuk manajemen, dapat menggunakan informasi tersebutuntuk pembuatan keputusan. Selain itu, teknologi informasi memungkinkan parapelanggan (pelanggan akhir dan industri sebagai pembeli produk antara) untukmemperoleh produk dan jasa terbaik yang diinginkan baik dari pasar dunia maupundari pasar dalam negeri. Para pamasok yang semula hanya menghadapi para pesainglokal sekarang harus dapat bersaing secara global. Perubahan teknologi ini telahmenyebabkan perubahan dahsyat, misalnya dalam bidang marketing, di mana telahmuncul cyber marketing, perdagangan melalui internet, yang umum dikenal dengannama E-Commerce merupakan konsep bisnis yang tampaknya telah (akan) menjadimodel yang lazim (meskipun sekarang masih terbatas pada kalangan tertentu). Dalamtransaksi pembayaran juga telah memunculkan mekanisme cybercash, cenderungbersifat documentless. Ditinjau dari sisi pengauditan, timbul masalah objektivitas,karena audit trail menjadi lebih rumit. Oleh karena itu teknik-teknik pengauditan jugatelah berkembang pesat, karena sejalan dengan perkembangan dan penggunaanElectronic Data Processing, maka proses pengauditan konvensional tentu tidakmemadai.Wahjudi Prakarsa (1994) menyatakan bahwa perubahan lingkungan usaha yangberlangsung sejak dasawarsa 1980-an telah membawa dampak yang sangat besar terhadap misi dan strategi perusahaan. Perubahan yang didorong oleh revolusiinformasi dan komunikasi membuat para konsumen menjadi makin menuntut.Selanjutnya, perubahan ini telah mengubah fungsi obyektif perusahaan. Kelangsunganhidup perusahaan tidak lagi ditentukan oleh fungsi obyektif yang diarahkan padapeningkatan kesejahteraan pemilik atau pemegang saham, karena fungsi obyektiftersebut pada hakekatnya hanya merupakan akibat, bukan sebab, dari aktivitaspenciptaan nilai tambah. Fungsi obyektif perusahaan kini diarahkan pada kepuasanpelanggan.Perubahan lingkungan dan pergeseran fungsi obyektif perusahaan kepadakepuasan pelanggan menuntut akuntansi manajemen sebagai suatu proses dalamorganisasi yang bertujuan untuk menyediakan informasi bagi para manajer untukmampu menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu bagi pengambilankeputusan manajemen.Johnson dan Kaplan berpendapat bahwa sistem akuntansi manajemen yangdigunakan perusahaan-perusahaan saat ini tidak dapat digunakan untuk menghadapipersaingan dalam dunia modern dewasa ini. Sistem akuntansi biaya dan manajemenyang lama telah tertinggal dalam menyesuaikan diri terhadap sistem akuntansi daninformasi modern.
Pendapat senada diungkapkan oleh Anthony, Dearden dan Govindarajan (1992:128)yang menyoroti kelemahan tolok ukur keuangan, dalam hal ini pendapatan (revenue),yang selama ini merupakan tolok ukur penting dari keseluruhan organisasi:In a profit-oriented organization, revenue is an important measure of output of thewhole organization, but such a measure is rarely a complete expression of outputs;it does not encompass everything that the organization does. For example, thisyear's revenue does not measure the value of R&D work, employee training, oradvertising and sales promotion carried out this year; these inputs produceoutputs that will benefit future years.Tolok ukur keuangan diibaratkan sebagai pedang bermata dua. Transaksitransaksiyang dilakukan manajer, seperti pengeluaran untuk penelitian danpengembangan, pelatihan karyawan dan peningkatan keahlian, pengembangan merkdan penambahan saluran distribusi, dapat meningkatkan nilai pemegang saham danmenciptakan nilai jangka panjang. Walaupun demikian, transaksi menguntungkantersebut menyebabkan laporan keuangan jangka pendek menunjukkan penurunankinerja. Hal ini disebabkan karena tolok ukur keuangan hanya mengukur biaya dan bukan nilai yang diciptakan. Sebaliknya, pengurangan dana untuk transaksi di atasakan menunjukkan hasil keuangan yang cukup menarik dalam jangka pendek.Namun demikian, hal tersebut akan menghancurkan nilai dan kinerja keuangan dimasa depan.
Diterbitkan di: 18 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.