Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Ilmu Ekonomi>Definisi pajak, unsur-unsur pajak, dan jenis-jenis pajak

Definisi pajak, unsur-unsur pajak, dan jenis-jenis pajak

oleh: oxlay    
ª
 
Pajak adalah sumbangan wajib yang dibayar oleh wajib pajak kepada negara sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku, tanpa ada balas jasa secara langsung yang diterima oleh wajib pajak (pembayar pajak). Pajak dapat dipaksakan, artinya jika wajib pajak tidak membayar pajak maka akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Pajak digunakan untuk membiayai pembangunan, seperti membangun sarana fisik, pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara umum.

Pajak terdiri atas unsur-unsur berikut ini:
a. Subjek pajak (wajib pajak), adalah orang atau badan hukum yang menurut ketentuan perundang-undangan digunakan untuk melakukan kewajiban perpajakan, termasuk pemungutan atau pemotongan pajak tertentu. Wajib pajak yang telah terdaftar pada kantor pelayanan pajak memperoleh nomor pokok wajib pajak (NPWP).
b. Objek pajak (dasar pajak), meliputi segala hal yang dikenakan pajak, misalnya bangunan, tanah, barang, laba perusahaan, penghasilan, dan sebagainya.
c. Tarif pajak, merupakan ketentuan besarnya pajak yang harus dibayar berdasarkan objek pajak yang diatur dalam undang-undang perpajakan.

Jenis-jenis pajak
Jenis-jenis pajak di Indonesia dapat dikelompokkan sebagai berikut:
a. Menurut siapa yang memungut pajak. Menurut siapa yang memungutnya, pajak dapat dikelompokkan sebagai berikut:
- Pajak negara, merupakan pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Pajak dan Kantor Pelayanan Pajak di bawah Departemen Keuangan. Misalnya pajak penghasilan (PPh), pajak penjualan (PPn), pajak pertambahan nilai (PPN), serta pajak bumi dan bangunan (PBB).
- Pajak daerah, merupakan pajak yang pemungutannya dilakukan oleh pemerintah daerah, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.

b. Menurut siapa yang menanggung pajak. Menurut siapa yang menanggungnya, pajak dikelompokkan sebagai berikut:
- Pajak langsung, merupakan pajak yang dikenakan terhadap wajib pajak, yang ditanggung sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat dilimpahkan kepada pihak lain berdasarkan ketentuan pajak.
- Pajak tidak langsung, merupakan pajak yang dapat dilimpahkan atau digeser beban pajaknya kepada pihak lain dan dapat dipungut tanpa surat ketetapan pajak.

c. Menurut sifatnya. Menurut sifatnya, pajak dikelompokkan sebagai berikut:
- Pajak subjektif, merupakan pajak yang memperhatikan keadaan wajib pajak.
- Pajak objektif, merupakan pajak yang tidak memperhatikan keadaan wajib pajak.

Diterbitkan di: 01 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.