Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengertian Validitas

oleh: zasazasa     Pengarang : trimroatu
ª
 
Validitas berasal dari kata “validity” yang artinya sejauhmanaketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.Validitas dalam bahasa Indonesia sering disebut valid disebut juga denganistilah shahih. Suatu tes dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggijika alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya atau memberikan hasil ukuryang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Adapun alatyang digunakan dalam hal ini adalah kisi-kisi soal ujian dan Garis-Garis BesarProgram Pengajaran (GBPP) yang berlaku dan sesuai dengan yang diajarkan .

Macam-macam Validitas Suatu TesValiditas sebuah tes dapat diketahui dari hasil pemikiran pengukurandan hasil dari pengalaman sehingga diperoleh validitas logis dan validitasempiris. Secara garis besar ada dua macam validitas, yaitu validitas tes danvaliditas item. Adapun validites tes dibagi menjadi dua yaitu validitas logisdan validitas empiris.
1). Validitas Tesa. Validitas LogisIstilah “validitas logis” mengandung kata “logis” berasal darikata logika yang berarti penalaran. Validitas logis untuk sebuahinstrumen evaluasi menunjuk pada kondisi bagi sebuah instrumenyang memenuhi persyaratan valid berdasarkan hasil penalaran.Validitas ini disebut juga validitas ideal, validitas rasional atauvaliditas dasollen.Untuk dapat menentukan apakah suatu tes sudah memilikivaliditas rasional atau belum, dapat dilakukan penelusuran dari duasegi, yaitu segi isinya (content) dan dari segi susunan ataukonstruksinya (construct).1) Validitas Isi (Content Validity)Suatu tes dikatakan memiliki validitas isi apabila mengukurtujuan khusus tertentu yang sejajar dengan materi atau isi pelajaranyang diberikan. Validitas isi adalah validitas yang dilihat dari segites itu sendiri sebagai alat pengukur hasil belajar yaitu sejauhmanates hasil belajar sebagai alat pengukur belajar peserta didik, isinyatelah dapat mewakili secara representatif terhadap keseluruhanmateri atau bahan pelajaran yang seharusnya diteskan (disajikan). Validitas isi atau content validity mempersoalkan apakahisi butir tes yang disajikan mencerminkan isi kurikulum yangseharusnya diukur atau tidak. Dengan kata lain sejauhmanakahisi suatu tes sungguh-sungguh mencerminkan rincian bahanpelajaran yang tersaji dalam garis-garis besar program pengajarandalam suatu kurikulum menentukan taraf validitas isinya. Untukitu diperlukan pemeriksaan kembali terhadap bahan-bahan yangakan diteskan dengan materi pelajaran yang telah diajarkan.Karena materi yang diajarkan ini tertuang dalam GBPP yangmerupakan penjabaran dari kurikulum yang ditentukan, makavaliditas isi ini sering disebut dengan validitas kurikuler.Validitas isi dari suatu tes hasil belajar dapat diketahuidengan jalan membandingkan antara isi yang terkandung dalam teshasil belajar dengan tujuan instruksional yang telah ditentukan..Jika penganalisaan secara rasional itu menunjukkan hasil yangmembenarkan tercerminnya tujuan instruksional itu didalam teshasil belajar, maka tes hasil belajar itu dapat dinyatakan dengan teshasil belajar yang memiliki validitas isi. Sebaliknya jika materi tersebut menyimpang dari tujuan instruksional khusus maka testersebut tidak valid ditinjau dari validitas isi.2) Validitas Konstruksi (Construct Validity)Secara etimologis, kata “konstruksi” mengandung artisusunan, kerangka atau rekaan. Adapun secara terminologis,validitas konstruksi adalah validitas yang menunjukkkansejauhmana suatu tes mengukur konstruksi teoritik yang hendakdiukurnya, yang dimaksudkan disini adalah konstruksi teoripsikologis.Suatu tes hasil belajar telah memiliki validitas susunan jikabutir-butir soal atau item yang membangun tes tersebut benarbenartelah dapat dengan secara tepat mengukur aspek-aspekberfikir sebagaimana telah ditentukan dalam tujuan instruksionalkhusus. Dengan kata lain hasil- hasil tes itu disesuaikan dengantujuan atau ciri tingkah laku yang hendak diukur.Validitas konstruksi dari suatu tes hasil belajar dapatdiketahui dengan jalan melakukan pencocokan antara aspek-aspekberfikir yang terkandung dalam tes hasil belajar tersebut denganaspek-aspek berfikir yang dikehendaki oleh tujuan instruksionalkhusus. Jika secara logis atau secara rasional hasil penganalisaan itu menunjukkan bahwa aspek-aspek berfikir yang diungkapmelalui butir-butir soal tes hasil belajar itu sudah dengan secaratepat mencerminkan aspek-aspek yang diungkap pada tujuaninstruksional khusus, maka tes hasil belajar tersebut dinyatakantelah memiliki validitas konstruksi
Diterbitkan di: 27 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    falifikasi dalam ilmu filsafa tmenurut anda apa?? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimanakah soal yang bisa dikatakan soal yang valid?? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    apabila soal itu bisa dijawab dengan benar 30 Juli 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagai mana mengetahui bhw suatu soal itu bisa di katakan valid Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.