Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Definisi Waktu Luang

oleh: eagle2013    
ª
 

Dalam bahasa Inggris waktu luang dikenal dengan sebutan leisure. Sedangkan kata leisure berasal dari bahasa latin licere, yang mempunyai arti diizinkan (to be permitted) atau menjadi bebas (to be free). Oleh karena itu loisir yang berasal dari bahasa Perancis mengandung arti waktu luang (free time). Jadi secara keseluruhan, waktu luang dapat didefinisikan sebagai terlepas dari segala tekanan (freedom from constraint), adanya kesempatan untuk memilih (opportunity to choose), waktu yang tersisa usai kerja (time left over after work) atau waktu luang setelah mengerjakan segala tugas sosial yang telah menjadi kewajiban (free time after obligatory social duties have been met) (sumber: Torkildsen Gorge; 1992; hal 25). Berdasarkan teori yang disebutkan oleh Torkildsen Gorge di dalam bukunya Leisure and Recreation Management, waktu luang dimulai sejak era revolusi industri, yang terjadi di abad 20, hingga kini, telah tercatat beragam definisi mengenai waktu luang, antara lain: (1) Waktu luang sebagai waktu ; (2) Waktu luang sebagai aktivitas ; (3) Waktu luang sebagai suatu suasana hati atau sikap mental yang positif (4) Waktu luang sebagai sesuatu yang memiliki arti yang luas : (4) Waktu luang sebagai suatu cara untuk hidup. (ad1) . Waktu Luang Sebagai Waktu (leisure as time). Waktu luang sebagai waktu digambarkan sebagai waktu senggang setelah segala kebutuhan yang mudah dilakukan telah selesai dilakukan. Yang mana, hal ini memberikan tambahan waktu (surplus time) untuk melakukan segala hal sesuai dengan keinginan. Pernyataan tersebut didukung oleh Brightbill yang beranggapan bahwa: “waktu luang erat kaitannya dengan waktu apabila masuk dalam kategori discretionary time, yaitu: waktu yang digunakan menurut penilaian dan pilihan kita sendiri” (Torkildsen Gorge; 1992; hal 26). (ad2). Waktu Luang Sebagai Aktivitas (leisure as activity). Waktu luang merupakan sesuatu yang terbentuk dari berbagai macam kegiatan baik itu yang sifatnya mendidik atau menghibur (enlighten). Pernyataan ini didasarkan oleh pengakuan dari pihak The International Group of the Social Science of Leisure yang menyatakan bahwa: “waktu luang berisikan berbagai macam kegiatan yang mana seseorang akan mengikuti keinginannya sendiri baik untuk beristirahat, menghibur diri sendiri, menambah pengetahuan atau mengembangkan keterampilannya secara objektif atau untuk meningkatkan keikutsertaan dalam bermasyarakat setelah ia melepaskan diri dari pekerjaannya, keluarga dan kegiatan sosial” (Torkildsen Gorge; 1992; hal 27). (ad3) . Waktu Luang Sebagai Suatu Suasana Hati atau Sikap Mental Yang Positif (leisure as an end in itself or a state of being). Sebagai suatu suasana hati atau sikap mental yang positif (state of being), Pierer beranggapan bahwa: “waktu luang harus dimengerti sebagai hal yang berhubungan dengan kejiwaan dan sikap yang berhubungan dengan hal-hal keagamaan, hal ini bukan dikarenakan oleh faktor-faktor yang datang dari luar. Hal ini juga bukan merupakan hasil dari waktu senggang, liburan, akhir pekan, atau libur panjang. Sejak awal, ia merupakan suatu keadaan dalam jiwa atau sikap dalam suatu pola pemikiran” (Torkildsen Gorge; 1992; hal 27). (ad4) Waktu Luang Sebagai Sesuatu Yang Memiliki Arti Yang Luas (leisure as an all embracing). Sementara para penulis beranggapan bahwa waktu luang sebagai waktu, aktivitas, dan suatu keberadaan, intinya ketiga hal tersebut akan memberikan beban yang besar dalam satu arah (giving weight in one direction). Oleh karena itu Dumadezirer menjabarkan bahwa: “waktu luang adalah relaksasi, hiburan, dan pengembangan diri. Dalam ketiga aspek tersebut, mereka akan menemukan kesembuhan dari rasa lelah, pelepasan dari rasa bosan, dan kebebasan dari hal-hal yang bersifat menghasilkan. Dengan kata lain, waktu luang merupakan ekspresi dari seluruh aspirasi manusia dalam mencari kebahagiaan, berhubungan dengan tugas baru, etnik baru, kebijakan baru, dan kebudayaan baru” (Torkildsen Gorge; 1992; hal 28). Penulis membatasi pembahasan teori ke empat ini hanya dalam hal recovery from fatigue dan deliverance from boredom saja. Karena teori Leisure as An All Embracing ini masih tumpang tindih dengan teori Leisure as a State Of Being . (5) Waktu Luang Sebagai Gaya Hidup (leisure as a way of living). Seperti yang dijelaskan oleh Goodale and Godbye dalam The Evolution of Leisure: “waktu luang adalah suatu kehidupan yang bebas dari tekanan-tekanan yang berasal dari luar kebudayaan seseorang dan

lingkungannya sehingga mampu untuk bertindak sesuai rasa kasih yang tak terelakkan yang bersifat menyenangkan, secara intuisi pantas, dan menyediakan sebuah dasar keyakinan” (Torkildsen Gorge; 1992; hal 30).


Diterbitkan di: 07 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah keuntungan dari waktu luang? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pengertian sosiologi dalam arti waktu senggang Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.