Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Nilai uang

oleh: oxlay    
ª
 
Nilai uang dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu sebagai berikut:
a. Nilai nominal dan nilai intrinsik
Nilai nominal adalah nilai yang tertulis pada setiap mata uang atau nilai yang tertulis pada uang itu sendiri.
Nilai intrinsik adalah nilai atau harga bahan yang digunakan untuk membuat mata uang tersebut.

b. Nilai internal dan nilai eksternal
Nilai internal adalah nilai uang atau daya untuk membeli sejumlah barang atau jasa tertentu. Nilai internal merupakan nilai riil, yaitu nilai yang dapat diukur dengan jumlah benda yang menunjukkan daya beli uang tersebut.
Nilai eksternal yaitu nilai suatu mata uang yang diukur dengan mata uang asing (mata uang negara lain), yang dinamakan kurs uang atau nilai tukar uang.

Saat ini sebagian besar uang dibuat dari kertas. Uang kertas yang berlaku saat ini hampir tidak mempunyai nilai intrinsik, akan tetapi masyarakat mau menerima uang tersebut karena kepercayaan masyarakat terhadap uang itu sendiri. Karena berlakunya uang kertas atas dasar kepercayaan, maka uang kertas disebut uang kepercayaan atau fiduciary.

Nilai mata uang suatu negara berbeda dengan nilai mata uang negara yang lainnya, oleh karena itu mata uang suatu negara tidak dapat ditukar dengan mata uang negara lain dengan jumlah yang sama. Untuk melakukan tukar-menukar mata uang asing perlu dilakukan kurs mata uang asing. Kurs mata uang asing adalah harga mata uang sendiri atau harga mata uang asing yang dinyatakan dalam rupiah.

Beberapa teori mengenai nilai uang
a. Inflasi. Jika peredaran uang terlalu banyak maka akan mengakibatkan terjadinya inflasi, yaitu merosotnya nilai uang yang tidak sebanding dengan mengalirnya barang dan jasa. Jika inflasi tidak dapat dikendalikan oleh pemerintah, maka akan terjadi hiperinflasi.
b. Deflasi. Jika perbandingan jumlah uang yang beredar di masyarakat lebih kecil daripada mengalirnya barang dan jasa akan berakibat terjadinya deflasi, yaitu naiknya nilai uang dan harga barang akan rendah atau murah.
c. Devaluasi. Devaluasi adalah kebijaksanaan pemerintah untuk menurunkan nilai mata uang terhadap valuta asing. Pada negara yang mengeluarkan kebijaksanaan devaluasi, harga barang ekspor (di pasaran luar negeri) menjadi murah, sehingga permintaan barang di luar negeri semakin banyak atau bertambah, dan daya beli dalam negeri pun bertambah kuat.

Diterbitkan di: 03 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    alat tukar menukar dewasa yang palin praktis yaitu uang Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    berlaku nya uang kertas atas dasar kepercayaan , maka uang kertas di sebut ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    APA YG DIMAKSUD DGN PRODUK BERKUALITA Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    masalah buat looooooooo Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    menurut uang yang beredar itu tetap,naik,atau turun?jelaskan! Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    berapa nilai uang kalau di jadikan rupiah 95,900IDR Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    ringkasan tentang nilai uang Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kumpulkanlah undang-undang maupun peraturan tentang uang Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.