Ada kecenderungan pada lapangan kerja sektor modern untuk hanya menerima angkatan kerja yang siap kerja atau siap pakai dan berpengalaman untuk menjadi karyawannya. Sementara angkatan kerja muda tamatan sekolah menengah ataupun perguruan tinggi pada umumnya belum mempunyai kesiapan dan pengalaman.
Kebijakan-kebijakan untuk meningkatkan mutu tenaga kerja dapat melalui pendidikan nonformal, adalah sebagai berikut:
1. Latihan Kerja
Latihan kerja merupakan proses pengembangan keahlian dan keterampilan kerja yang langsung dikaitkan dengan pekerjaan dan persyaratan kerja. Dengan kata lain, latihan kerja dapat berfungsi sebagai suplemen ataupun komplemen terhadap pendidikan formal. System Latihan Kerja Nasional yang telah ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja memberikan pedoman dan arahan untuk pengembangan jalur latihan kerja, baik yang dilakukan pleh lembaga latihan kerja maupun oleh perusahaan.
2. Pemagangan
Pemagangan adalah latihan kerja langsung ditempat kerja. Jalur pemagangan ini bertujuan untuk memantapkan profesionalisme yang dibentuk melalui latihan kerja. Dengan bimbingan dan pengalaman yang terus-menerus dalam dunia kerja maka profesionalisme tenaga kerja akan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan ketrampilan yang dipelajari selama magang pada suatu perusahaan.
3. Perbaikan Gizi dan Kesehatan
Perbaikan gizi dan kesehatan perlu dilaksanakan untuk mendukung ketahanan kerja dan kemampuan belajar (kecerdasan) dalam menerima pengetahuan baru dan meningkatkan semangat kerja.
Selain itu peningkatan kemampuan teknis melalui jalur-jalur pengembangan sumber daya manusia perlu diupayakan agar tercipta manusia yang berkualitas dengan cirri taat menjalankan agama, toleran dan saling menghargai sesame manusia, berwawasan kepentingan nasional, berbudi luhur, ulet, tangguh, cerdas dan terampil, produktif, disiplin dan bertanggung jawab, inovatif dan berpandangan jauh ke depan.