Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Ilmu Ekonomi>Manajemen Dana Bank Syari’ah

Manajemen Dana Bank Syari’ah

oleh: Aamprogresif     Pengarang : Muhammad Wahyudi
ª
 

Sebagaimana bank bank lainnya bank syari’ah juga perlu melakukan
pengelolaan (manajemen) yang baik terhadap dana yang diterima dari aktivitas
funding untuk disalurkan kepada aktivitas financing, dengan harapan bank yang
bersangkutan tetap mampu memenuhi kriteria-kriteria likuiditas, rentabilitas dan
solvabilitasnya (Muhammad, 2002: 228). Pokok-pokok permasalahan manajemen
dana bank pada umumnya dan bank syari’ah pada khususnya adalah:
1. Bagaimana memperoleh dana.
Yaitu permasalahan seputar kemampuan bank dalam menghimpun dana dari
masyarakat
2. Bagaimana menyalurkan dana untuk memperoleh pendapatan optimal.
Yaitu permasalahan seputar kemampauan bank mendapatkan keuntungan dari
bagi hasil (profit and lost sharing) melalui kegiatan penghimpunan dan
penyaluran dana (intermediasy).
26
3. Berapa besarnya deviden yang dibayarkan yang dapat dirumuskan
pemilik/pendiri dan laba ditahan yang memadai untuk pertumbuhan bank
syari’ah.
Dari permasalahan tersebut, maka manajemen dana mempunyai tujuan
sebagai berikut:
1. Memperoleh profit yang optimal (pendapatan bagi hasil)
2. Menyediakan aktiva cair yang memadai
3. Menyimpan cadangan
4. Melakukan pengelolalaan secara optimal atas dana yang diterima.
5. Memenuhi kebutuhan masyarakat akan pembiayaan
Keberhasilan pihak manajemen bank dalam melakukan manajemen dana
akan tercermin pada tingkat kesehatan bank yang dapat dilihat dalam beberapa
indikator (Arifin, 2002: 151-160), yaitu:
1. Kecukupan modal bank Syari’ah
Penentuan berapa besar kebutuhan modal minimum yang dibutuhkan oleh bank
Syari’ah didasarkan pada aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR). ATMR
adalah faktor pembagi (denominator) dari CAR, sedangkan modal adalah
faktor yang dibagi (numerator) untuk mengukur kemampuan modal
menanggung risiko aktiva tersebut.
2. Tingkat Likuiditas
Likuiditas bank adalah kemampuan bank untuk memenuhi kewajibannya,
terutama kewajiban dana jangka pendek. Alat ukur dalam pengelolaan
27
likuiditas adalah Cash Rasio ,yaitu likuiditas minimun yang harus dipelihara
oleh setiap bank
Diterbitkan di: 14 Februari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.