Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Ilmu Ekonomi>Tingkat Kesejahteraan Keluarga & Alokasi Waktu Kerja Petani RumputLaut

Tingkat Kesejahteraan Keluarga & Alokasi Waktu Kerja Petani RumputLaut

oleh: iasd     Pengarang : YUDI WAHYUDIN
ª
 

Tingkat Kesejahteraan Keluarga dan Alokasi Waktu Kerja Petani pada Usaha Budidaya Rumput Laut di Pulau Pari merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan usaha petani dari hasil budidaya rumput laut; mengetahui besarnya proporsi pendapatan usaha budidaya rumput laut  terhadap pendapatan  keluarga secara keseluruhan; mengetahui sumber-sumber pendapatan  selain  usaha budidaya rumput laut; mengetahui tingkat kesejahteraan keluarga petani rumput laut Pulau Pari; dan mengetahui alokasi waktu kerja petani rumput laut Pulau Pari.

Pulau Pari adalah salah satu pulau (106 buah pulau) dalam gugusan Kepulauan Seribu  yang berada di sekitar Laut Jawa yang secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kelurahan Pulau Tidung.  Pulau Pari juga merupakan salah satu pulau potensial bagi pengembangan budidaya rumput laut.  Pulau ini dinilai yang paling berhasil melaksanakan budidaya rumput laut di Kepulauan Seribu, dimana produksi rumput lautnya adalah yang tertinggi (tahun 1995 sebesar 27.837 Kg) dibandingkan dengan ketiga pulau lainnya (Pulau Lancang, Pulau Panggang, dan Pulau Kelapa), yaitu 43,11 % dari total produksi rumput laut (tahun 1995 sebesar 64.571 Kg) yang dihasilkan oleh Kepulauan Seribu.  Keberadaan usaha ini dapat mempengaruhi tingkat kesejahteraan petani dan keluarganya, dimana salah satu indikator (11 indikator) kesejahteraannya adalah pendapatan usaha yang juga dipengaruhi oleh alokasi waktu kerja yang dicurahkan dalam memberikan perlakuan terhadap kegiatan usaha budidaya rumput laut ini.

Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan jenis data yang diambil data sekunder dan primer.  Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Simple Random Sampling (contoh acak sederhana), sebanyak 50 responden dari 121 orang petani rumput laut Pulau Pari.  Analisis data dilakukan melalui proses pengeditan, penomoran dan pentabelan yang diterangkan secara deskriptif.

Tingkat kesejahteraan dilihat dengan menggunakan sebelas indikator kesejahteraan dari BPS.  Tingkat kemiskinan dilihat sebagai pembanding dengan kriteria Sajogjo melalui pendekatan pendapatan, sedangkan pendekatan pengeluaran digunakan untuk melihat batas  kecukupan makanan dan non makanan  dari Biro Pusat Statistik.

Penduduk Pulau Pari sebagian besar (82,31 persen) bermata pencaharian pokok sebagai petani rumput laut.  Sedangkan sisanya yaitu sebesar 17,69 persen melakukan pekerjaan budidaya rumput laut sebagai mata pencaharian sambilan.

Total pendapatan yang diperoleh responden rumahtangga petani rumput laut dalam usaha budidaya rumput laut di Pulau Pari rata-rata mencapai Rp 4.961.640,00 per tahun.  Pendapatan ini bersumber dari sumbangan kepala keluarga yang berasal dari pendapatan usaha budidaya sebesar Rp 3.200.635,00 (64,51 persen) dan sebesar Rp 1.202.800,00 (24,24 persen) berasal dari kegiatan usaha di luar usaha budidaya rumput laut, seperti berdagang, menjadi guru ngaji, menjadi tukang pembuat kapal/kuli tukang kapal, menangkap ikan, berdagang dan mengendarai kapal motor; sumbangan pendapatan ibu rumahtangga sebesar Rp 467.005,00 (9,41 persen); anak pertama sebesar Rp 69.600,00 (1,40 persen) dan anak kedua sebesar Rp 21.600,00 (0,44 persen).

Waktu kerja efektif rata-rata responden petani rumput laut di Pulau Pari per harinya adalah selama 5,62 jam yang teralokasi untuk kegiatan usaha budidaya rumput laut selama 2,95 jam (52,49 persen) dan untuk kegiatan usaha di luar usaha budidaya rumput laut adalah selama 2,67 jam (47,51 persen).   Rasio pendapatan rata-rata dengan alokasi waktu kerja rata-rata petani adalah sebesar Rp 2.940,06 per jam untuk kegiatan usaha budidaya dan Rp 1.099,54 per jam untuk kegiatan usaha di luar usaha budidaya rumput laut.

Tingkat pengeluaran rata-rata responden rumahtangga petani rumput laut di Pulau Pari per tahunnya adalah sebesar Rp 4.543.136,25 dengan alokasi pengeluaran sebesar Rp 2.118.315,25 (48,69 persen) untuk pangan dan sebesar Rp 2.424.821,00 (51,31 persen) untuk non pangan.  Tingkat pengeluaran non pangan yang lebih besar dari pengeluaran pangan dapat menunjukkan atau memberikan indikasi bahwa tingkat kesejahteraan rata-rata petani rumput laut di Pulau Pari dianggap sejahtera.

Rata-rata petani rumput laut di Pulau Pari berdasarkan tingkat kemiskinan dari Sajogjo tergolong ke dalam penduduk tidak miskin, dengan rata-rata pendapatan per kapita per bulannya sebesar Rp 91.287,42.  Sedangkan dilihat dari batas kecukupan akan makanan dan non makanan, rata-rata petani rumput laut di Pulau Pari tergolong telah berkecukupan dengan rata-rata pengeluaran per kapita per bulan sebesar Rp 43.893,38.

Tingkat kesejahteraan rata-rata responden rumahtangga petani rumput laut di Pulau Pari tergolong tinggi, dengan skor rata-rata sama dengan 27,20.  Tingkat kesejahteraan tertinggi adalah responden dengan nilai skor sama dengan 33, sedangkan yang terendah adalah responden dengan nilai skor sama dengan 21.

<a href='https://www.alertpay.com/?AFz0zOB%2f6b1%2fK%2fGM6zaHWg%3d%3d'><img src=http://www.alertpay.com/banners/ban_04.gif border=0></a>

Diterbitkan di: 03 September, 2008   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

5 Teratas

.