Dua minggu terakhir pasar saham kembali bergairah dengan kenaikan minyak hingga level US$ 130 per barel. Kenaikan harga minyak yang terlalu cepat ini nampaknya akan berdampak pada koreksi dalam juga dalam beberapa minggu ke depan.
Pasar komoditas saat ini menjadi favorit dari big fund karena pergerakannya sangat cepat. Sedikit isu dapat menggerakkan harga dengan fantastis. Apakah ini akan menjadi puncak dari harga komoditas? Dalam beberapa riset terakhir nanpak dunia mulai sadar untuk mengurangi konsumsi. Di pasar dan mall saya sering menemui orang yang sudah tidak bersedia menggunakan bungkus plastic saat membeli barang. Barang digabungkan dengan belanjaan lain, atau dimasukkan k etas, atau langsung di tenteng saja. Fenomena ini akan terus bergerak bagai bola salju. Konsumsi tas plastic akan turun drastis dalam beberapa tahun ke depan.
Peningkatan bahan baku secara umum juga memungkinkan pengurangan konsumsi. Yang tidak punya uang, tidak bisa konsumsi. Yang punya uang sedikit hanya sedikit konsumsi. Yang punya banyak, memilih mengurangi konsumsi dan menabung. Banyak riset khususnya di US yang menampakkan gejala seperti itu.
Apa yang terjadi diatas adalah fundamental dari ekonomi pasar dunia. Penurunan konsumsi secara keseluruhan kemungkinan akan sulit terjadi, karena jumlah penduduk terus bertambah, gaya hidup, dan sejenisnya. Akan tetapi akselerasi kenaikannya akan menurun. Misalkan dulu dalam 1 tahun kenaikan konsumsi 15%, dalam tahun kedepan akan berkisar 12%. Artinya konsumsi tidak turun. Ini yang menyebabkan setelah koreksi dalam, misal minyak kembali ke level US$100, maka dia akan dengan cepat juga naik lagi hingga level equibirilium nya.
Dalam beberapa minggu ke depan pasar saham akan kembali bergoyang. Ada kesempatan anda untuk membeli saham perusahaan bagus di harga murah.
Abstrak lain tentang Koreksi saham di pertengahan tahun 2008