Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Konseling>Mengenali Gejala Bulliying (Terintimidasi) Pada Anak

Mengenali Gejala Bulliying (Terintimidasi) Pada Anak

oleh: cahmawang    
ª
 
Mengenali Gejala Bulliying (Terintimidasi) Pada Anak

Awalnya, anak Anda tidak sabar untuk sampai ke sekolah di pagi hari. Dia bersikeras untuk menjadi orang pertama di lapangan basket. Beberapa hari kemudian, Anda hampir tidak dapat membawanya keluar pintu rumah. Akhir-akhir ini, ia tidak ingin pergi sama sekali dengan banyak alasan yang mengada-ada. Mereka hanya merajuk atau tengah menjadi korban bullying? Anak-anak yang lain selalu terlihat aktif bersama teman-temannya, tidak ada masalah dan selalu bersikap baik. Tapi apakah mereka bersih dari tindak Bullying?
Bullying adalah tindakan menyakiti, mengorbankan atau mengintimidasi yang dilakukan oleh satu/lebih anak secara sengaja kepada anak lain untuk meningkatkan status kekuasaan mereka. Di Amerika Serikat permasalahan ini telah menjadi perhatian khusus pemerintah karena dampak bullying terbawa sampai dewasa, mempengaruhi lingkungan, penyalahgunaan obat-obatan, kejahatan terorganisir, bahkan berujung pada disorientasi mental, kejahatan ekstrim dan tindakan bunuh diri. Sudah menjadi tugas Anda sebagai orang tua peka terhadap perubahan sikap anak dan perkembangan mental mereka. Salah menebak bisa berakibat fatal bagi anak-anak anda. Jadi segeralah mengidentifikasi gejala-gejalanya. Berikut adalah beberapa perubahan yang menjurus pada anak korban bullying yang harus diwaspadai:
1. Cedera yang tidak dapat dijelaskan sebabnya
2. Hilang atau rusaknya pakaian, buku, elektronik atau perhiasan
3. Sering sakit kepala atau sakit perut, merasa sakit atau pura-pura sakit
4. Perubahan dalam kebiasaan makan, seperti tiba-tiba tidak mau makan atau pergi ke pesta. Padahal mereka mungkin pulang dari sekolah dalam keadaan lapar karena mereka tidak makan siang dan sebelumnya sangat senang pergi bersama teman-temannya.
5. Kesulitan tidur atau sering mimpi buruk.
6. Penurunan nilai, kehilangan minat pada pelajaran atau tidak ingin pergi ke sekolah sama sekali.
7. Tiba-tiba kehilangan teman atau menghindari hubungan sosial, penyendiri dan pemurung.
8. Perasaan tidak berdaya atau tidak percaya diri.
9. Perilaku merusak diri sendiri seperti berlari jauh dari rumah, merugikan diri sendiri seperti merokok, membatasi hidupnya hanya di sekitar internet dan penggunaan obat-obatab terlarang. Lebih parah lagi jika mereka mulai berbicara tentang bunuh diri.
jika ciri-ciri di atas tampaknya akrab bagi Anda, segeralah mengambil tindakan. Tentu saja, tidak semua anak-anak menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka sebagai korban bullying, tidak juga punya kecenderungan sebagai pelaku karena selalu bersikap baik di depan orang tua, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa merekalah pelaku bullying. Jadi tetaplah mengawasi dan mengarahkan tingkah laku putra-putri anda tanpa mengekang ruang gerak mereka. Kejahatan bullying dapat dihentikan sejak dini dari rumah.
Diterbitkan di: 12 Juli, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.