Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Konseling>Berkunjung ke Kuil Gurdwara Sikh Temple Mission jakarta

Berkunjung ke Kuil Gurdwara Sikh Temple Mission jakarta

oleh: irangga    
ª
 
Suatu artikel yang sangat menarik ini penulis dapatkan dari 3 orang mahasiswa yang berkunjung ke Kuil Gurdwara Sikh Temple Mission jakarta, dan ketiga mahasiswa tersebut disambut dengan baik dan ramah oleh pengikut agama Sikh, merupakan contoh yang sangat baik untuk kita semua untuk menghargai dan menghormati agama dan keyakinan yang dianut oleh setiap individu, artikel yang menarik menurut penulis sebab tiga orang masiswa Islam yang melakukan kunjungan silaturahmi

Penasaran dengan agama Sikh, yang pendirinya sudah dipastikan Muslim , tiga orang mahasiiwa Yaitu :
1. Muhammad Nurdin , 2. Riski Ali Shadiqeen , 3. Ahkam A. Arsigit . berkunjung ketempat ibadah agama Sikh , yang berlokasi di Pasar baru No.10 Jakarta -Pusat.

Ditempat ibadah para pengikut Baba Nanak itu , mereka berhasil mendapatkan ijin masuk kuil untuk menyaksikan ritual ibadah kaum Sikh.

Selama melakukan pengamatan itu, para jamiah menemukan banyak hal unik seputar ritual agama Sikh., Salah satunya adalah pengeramatan para guru yang pernah memimpin agaama Sikh serta kitab peninggalannya.

Di Kuil yang bernama Gurdwara Sikh Temple Mission , jakarta itu terdapat sebuah kitab peninggalan pemimpin
\Sikh , kesepuluh yang bernama Guru Angad.

Berdasarkan keterangan seorang pengurus kuil setempat yang bernama : Ghulraaj Singh, dijelaskan bahwa Guru Angad, sebelum kematiannya pernah menyerahkan sebuah buku yang berjudul : Adi Granth m yang dikemudian hari
ternyata dijadikan sebagai guru pengganti oleh umat Sikh.

Buku atau Kitab Adi Granth , ini sangat dihormati oleh umat Sikh, sampai-sampai mereka tidak rela jika ada seekor lalat sekalipun hinggap diatas buku tersebut.

Al hasil , untuk menghormati guru serta kitab peninggalannya itu , setiap waktu sedikitnya ada 2 orang pengikut Sikh yang secara bergantian berjaga dan mengipaskan kipas untuk mengusir lalat agar tidak hinggap di buku ( Kitab).

Demikian ringkasan artikel yang penulis dapatkan , semoga bisa menambah wawasan toleransi keragaman beragama kita di bumi persada ini , dan agama lepas dari unsur kepentingan pribadi maupun politik , salam damai dari penulis..... amin.
Diterbitkan di: 31 Desember, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.