Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Konseling>Pengertian Kontrol Diri

Pengertian Kontrol Diri

oleh: priasejhatie     Pengarang : diniayuram
ª
 
Kontrol diri mengandung arti mengatur sendiri tingkah laku yangdimiliki. Menurut Bandura dan Mischel, kontrol diri merupakankemampuan individu dalam merespon suatu situasi. SedangkanCarlson juga mengartikan kontrol diri sebagai kemampuan seseorangdalam merespon suatu situasi. Kontrol diri bisa diartikan sebagai proses yang terjadi ketikadalam situasi tanpa batasan dari lingkungan eksternal, anak melakukansuatu jenis perilaku yang sebelumnya sedikit tidak mungkin munculdibandingkan perilaku alternatif lainnya. Kontrol diri juga dapatdiartikan sebagai kemampuan untuk membimbing tingkah laku sendiri,kemampuan untuk menekan atau merintangi impuls-impuls atautingkah laku impulsif. Sedangkan Tim Keluarga (3/10/00)mengatakan bahwa self control adalah kemampuan seseorang untukmemilih-milih bagaimana berperilaku atau bertindak daripada hanya bertindak seke dar menurut instung dan impuls. Selain itu, tim keluargamengatakan bahwa dengan self control berarti belajar mengevaluasisituasi dan konsekuensinya yang timbul akibat dari suatu tindakan. Definisi kontrol diri menurut Drever (1986), adalah pengendalianyang dijalankan oleh individu terhadap perasaan-perasaan, gerak-gerikhati, tindakan-tindakan sendiri.Sedangkan Goleman mengartikankontrol diri sebagai kemampuan untuk menyesuaikan danmengendalikan tindakan dengan pola yang sesuai usia.Menurut Averill kontrol diri merupakan variabel psikologisyang sederhana karena didalamnya tercakup 3 konsep yang berbedatentang kemampuan mengontrol diri yaitu kemampuan individu untukmemodifikasi perilaku, kemampuan individu dalam mengelolainformasi yang tidak diinginkan dengan cara menginterpretasi sertakemampuan individu untuk memilih suatu tindakan berdasarkan suatuyang diyakini.Shaffer berpendapat bahwa kontrol diri adalah kemampuanmenunda kepuasan dengan segera untuk keberhasilan mengaturperilaku dalam mencapai sesuatu yang kurang berharga dan kurang menarik atau kemampuan seseorang yang diinginkan untuk masadepan. Kontrol diri merupakan kemampuan untuk menangguhkankesenangan naluriah secara langsung dan kepuasan untuk memperolehtujuan masa depan yang biasanya dinilai secara sosial. Orang yangmenjalankan kontrol diri memperlihatkan bahwa kebutuhan akhir telahdisosialisasikan dan nilai-nilai budaya lebih penting dari hasratmaupun desakannya. Istilah ini mencakup cara lain untuk menyatakanmasalah hubungan antara kepribadian yang istimewa dalammenghadapi kebutuhan kolektif, untuk konformitas, dan untukganjaran sosial yang dapat timbul karena menangguhkan pemusatannaluriah. Skinner berpandangan bahwa kontrol diri merupakan sebuahurutan perilaku dimana organisme memanipulasi pengaruh-pengaruhlingkungan dalam kaitannya dengan mempelajari prinsip-prinsip untukmengubah sebuah perilaku tertentu. Calhoun dan Acocella (1990)mendefinisikan kontrol diri sebagai pengaturan proses-proses fisik,psikologis, dan perilaku seseorang; dengan kata lain serangkaianproses yang membentuk dirinya sendiri. Goldfried dan Merbaummendefinisikan kontrol diri sebagai suatu kemampuan untukmenyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku
yang dapat membawa individu ke arah konsekuensi positif. Selain itukontrol diri juga menggambarkan keputusan individu yang melaluipertimbangan kognitif untuk menyatukan perilaku yang telah disusununtuk meningkatkan hasil dan tujuan tertentu seperti yangdiinginkan. Tim Zero To Three (8/11/02) mengatakan bahwa kontrol diriadalah kemampuan membuat keputusan tentang bagaimana dan kapandapat mengekspresikan perasaan serta bagaimana mereaksikan suatudorongan dari dalam diri individu. Sedangkan tim Christnotes(24/2/03) mengatakan bahwa kontrol diri adalah kemampuan untukmelatih pengekangan diri dan ini merupakan suatu metode untukmendapatkan keseimbangan. Menurut Thompson, kontrol diri sebagai suatu keyakinan bahwaseseorang dapat mencapai hasil-hasil yang diinginkan lewat tindakandiri sendiri. Rodin mengungkapkan kontrol diri adalah perasaanbahwa seseorang dapat membuat keputusan dan mengambil tindakanyang efektif untuk menghasilkan akibat yang diinginkan danmenghindari akibat yang tidak diinginkan. Suatu perilaku kadangkala menghasilkan konsekuensi yang positifakan tetapi juga dimungkinkan menghasilkan konsekuensi yangnegatif. Oleh karenanya kontrol diri selain berupa kemampuan untukmendapatkan konsekuensi positif juga merupakan kemampuan untukmengatasi konsekuensi negatif.Dari uraian di atas, penulis menyimpulkan bahwa mengacupada konsep Averill pengertian kontrol diri adalah kemampuanseseorang dalam mengendalikan perilaku, kemampuan dalammengendalikan stimulus yang tidak diinginkan, kemampuan dalammengantisipasi peristiwa, kemampuan dalam menafsirkan peristiwadan kemampuan dalam mengambil keputusan.
Diterbitkan di: 27 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    contoh kontrol diri dalam kehidupan sehari-hari Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    hikmah kontrol diri Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    sebagus apapun tulisan kita,,, tampa ada referensi yg jelas,,, maka itu tdk akan berarti sama sekali... Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    sumbernya di jelaskan dong bang... Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bisa minta daftar pustakanya gk...??? buat refernsi makalah yang berkaitan juga... makasih.... Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.