Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Konseling>Asas-asas Bimbingan Konseling Islam

Asas-asas Bimbingan Konseling Islam

oleh: taaibunn     Pengarang : achmad fari
ª
 
Dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konselingIslam selalu mengacu pada asas-asas bimbingan yang diterapkandalam penyelenggaraan dan berlandaskan pada al-Qur’an dan haditsatau sunnah Nabi.Berdasarkan landasan-landasan tersebut dijabarkan asas-asaspelaksanaan bimbingan dan konseling Islam sebagai berikut :1) Asas-asas kebahagiaan dunia dan akhirat Kebahagiaan hidup duniawi, bagi seorang muslim hanyamerupakan kebahagiaan yang sifatnya hanya sementara,kebahagiaan akhiratlah yang menjadi tujuan utama. Sebabkebahagiaan akhirat merupakan kebahagiaan abadi, dan bagisemua manusia jika dalam kehidupan dunianya selalu “mengingatAllah” maka kebahagiaan akhiratnya akan tercapai.Firman Allah dalam al-Qur’an surat Ar-Ra’ad ayat 28-29 :الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِآْرِ اللَّهِ أَلا بِذِآْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّالْقُلُوبُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ طُوبَى لَهُمْ وَحُسْنُمَآبٍArtinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati merekamenjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah,hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjaditenteram. (28) Orang-orang yang beriman dan beramalsaleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembaliyang baik (29)”. (QS. Ar-Ra’d: 28-29).Oleh karena itulah maka Islam mengajarkan hidup dalamkeseimbangan, keselarasan dan keserasian antara kehidupan duniadan akhirat.2) Asas fitrahManusia menurut Islam, dilahirkan dalam atau denganmembawa fitrah, yaitu berbagai kemampuan potensi bawaan dankecenderungan sebagai muslim atau beragama Islam. Bimbingandan konseling membantu untuk mengenal dan memahami fitrahnyamanakala pernah “tersesat” sehingga akan mampu mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat karena bertingkah lakusesuai dengan fitrahnya.Allah berfirman dalam al-Qur’an surat Ar-Rum ayat 30 :فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لاتَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَآْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَArtinya :“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepadaagama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telahmenciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak adaperubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus;tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”(QS. Ar-Rum: 30).3) Asas “Lillahi Ta’ala”Bimbingan dan konseling Islam diselenggarakan sematamatakarena Allah. Berarti pembimbing melakukan tugasnyadengan penuh keikhlasan, tanpa pamrih. Sementara yang dibimbing menerima atau meminta bimbingan atau konseling denganikhlas dan rela. Dan semua yang dilakukan hanya untuk mengabdipada Allah SWT. Sesuai dengan fungsi dan tugasnya sebagaimakhluk Allah SWT.Firman Allah dalam al-Qur’an surat Al-An’am, ayat 162 :قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَArtinya :“Katakanlah: "Sesungguhnya salat, ibadah, hidup danmatiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”(QS. Al-An’am: 162).Dan dalam surat Az-Dzariyat, ayat 56 :وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ Artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkansupaya mereka menyembah-Ku”(QS. Az-Dzariyat: 56).4) Asas bimbingan seumur hidupDalam kehidupan manusia akan menjumpai berbagaikesulitan dan kesusahan. Oleh karena itulah maka bimbingan dankonseling Islam diperlukan selama hayat masih dikandung badan.Kesepanjanghayatan bimbingan dan konseling ini, selaindilihat dari kenyataan hidup, dapat pula dilihat dari sudutpendidikan, bimbingan dan konseling merupakan bagian daripendidikan. Pendidikan sendiri berasaskan pendidikan seumurhidup, karena belajar menurut Islam wajib dilakukan oleh semuaorang Islam tanpa membedakan usia.5) Asas kesatuan jasmaniah-rohaniahManusia itu dalam hidupnya di dunia merupakan satukesatuan jasmaniah-rohaniah. Bimbingan dan konseling Islammemperlakukan konselinya sebagai makhluk jasmaniah-rohaniah,tidak memandangnya sebagai makhluk biologis semata. Bimbingankonseling Islam membantu individu untuk hidup dalamkeseimbangan jasmaniah dan rohaniah. Allah telah memberikancontoh dengan kasus yang digambarkan pada al-Qur’an surat Al-Baqarah, ayat 187:أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْلِبَاسٌ لَهُنَّ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ آُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْوَعَفَا عَنْكُمْ فَالآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا آَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَآُلُوا مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ وَلا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْعَاآِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلا تَقْرَبُوهَا آَذَلِكَ يُبَيِّنُاللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَArtinya: “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan Puasabercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalahpakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagimereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidakdapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampunikamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarangcampurilah mereka dan carilah apa yang telahditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlahhingga terang bagimu benang putih dari benang hitam,yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itusampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamucampuri mereka itu, sedang kamu beri`tikaf dalammesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamumendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayatayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa”(QS. Al-Baqarah: 187).6) Asas keseimbangan rohaniahBimbingan dan konseling Islam menyadari keadaan kodratimanusia tersebut, dan dengan berpijak pada fatwa-fatwa Tuhanserta hadits Nabi, membantu konseli memperoleh keseimbangandiri dalam segi mental rohaniah. Allah berfirman dalam surat Al-A’raf ayat 179 :وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ آَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لايَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لايَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ آَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَArtinya: “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi nerakaJahanam kebanyakan dari jin dan manusia, merekamempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untukmemahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat(tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyaitelinga (tetapi) tidak dipergunakannya untukmendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagaibinatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi.Mereka itulah orang-orang yang lalai”.(QS. Al-A’raf: 179).29Orang-orang yang dibimbing dan diajak untukmempergunakan semua kemampuan rohaniah potensialnya, bukancuma mengikuti hawa nafsu (perasaan dan kehendak) semata.7) Asas kemajuan individuBimbingan dan konseling Islam, berlangsung pada citramanusia menurut Islam, memandang seorang individu merupakanindividu yang mempunyai hak, mempunyai perbedaan dari yanglain dan mempunyai kemerdekaan pribadi.Mengenai perbedaan individual bisa dilihat dari al-Qur’ansurat Al-Qomar, ayat 49 :إِنَّا آُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍArtinya : “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatumenurut ukuran”. (QS. Al-Qomar: 49).308) Asas sosialitas manusiaDalam Bimbingan dan konseling Islam, sosialitas manusiadiakui dengan memperhatikan hak individu. Manusia merupakanmakhluk sosial hal ini dapat diperhatikan dalam bimbingan dankonseling Islam. Pergaulan, cita, kasih, rasa aman, penghargaanterhadap diri sendiri, orang lain dapat memiliki dan dimiliki. 9) Asas kekhalifahan manusiaManusia menurut Islam, diberi kedudukan yang tinggisekaligus tanggung jawab yang besar yaitu sebagai pengelola alamsemesta (khalifatulllah fil ard). Dengan kata lain, manusiadipandang sebagai makhluk berbudaya yang mengelola alamsekitar sebaik-baiknya.
Diterbitkan di: 24 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.