Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Konseling>Komponen Perencanaan Pembelajaran PAI

Komponen Perencanaan Pembelajaran PAI

oleh: RajaHoky     Pengarang : darismarij
ª
 

Sebagaimana yang disebutkan dalam Permen Diknas No.41 tentang
standar proses bahwa perencanaan dalam proses pembelajaran meliputi
Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), hal ini pun berlaku
bagi Pelajaran Agama Islam sebagai salah satu mata pelajaran yang include
dalam kurikulum Diknas.
a. Silabus
Dalam kurikulum 2004, silabus diartikan sebagai seperangkat
rencana dan pengaturan tentang kegiatan pembelajaran, pengelolaan kelas,dan penilaian hasil belajar.Sedangkan Ella Yulaelawati mengartikan
silabus sebagai seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan
pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat
komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan
kompetensi dasar.
Jadi, silabus merupakan ancangan pembelajaran yang berisi
rencana bahan ajar mata pelajaran tertentu pada jenjang dan kelas tertentu,
sebagai hasil dari seleksi, pengelompokan, pengurutan dan penyajian
materi kurikulum yang dipertimbangkan berdasarkan ciri dan kebutuhan
daerah setempat.
Pada umumnya suatu silabus paling sedikit mencakup unsur-unsur;
a. Tujuan mata pelajaran yang akan diajarkan.
b. Sasaran-sasaran mata pelajaran.
c. Keterampilan yang diperlukan agar dapat menguasai mata pelajaran
tersebut dengan baik.
d. Urutan topik-topik yang diajarkan.
e. Aktifitas dan sumber-sumber belajar pendukung keberhasilan
pengajaran.
f. Berbagai teknik evaluasi yang digunakan Sedangkan dalam Permen No.41 tentang Standar Proses, silabus
harus terdiri dari;
a. Identitas mata pelajaran/tema pelajaran.
b. Standar kompetensi.
c. Kompetensi dasar.
d. Materi pembelajaran.
e. Kegiatan pembelajaran.
f. Indikator pencapaian kompetensi.
g. Penilaian.
h. Alokasi waktu.
i. Sumber belajar.
Silabus digunakan sebagai acuan dalam pengembangan
pembelajaran seperti pembuatan RPP baik rencana untuk pembelajaran
untuk satu standar kompetensi maupun satu kompetensi dasar. Juga
sebagai pedoman pengelolaan kegiatan pembelajaran baik secara klasikal,
individual ataupun kelompok. Serta digunakan sebagai pengembangan
sistem penilaian yang selalu mengacu pada standar kompetensi,
kompetensi dasar dan pembelajaran yang terdapat dalam kelas.
Pengembangan silabus secara otonom tersebut merupakan
implikasi langsung desentralisasi pendidikan dalam bidang kurikulum.
Berdasar pada prinsip "kesatuan dalam kebijakan dan keragaman dalam pelaksanaan", maka pemerintah pusat bertanggung jawab dalam
penyempurnaan dan pengembangan;
1) Standar kompetensi siswa dan warga belajar.
2) Standar meteri pokok.
3) Pembelajaran dan penilaian hasil belajar secara nasional.
4) Pengendalian mutu.
Pemerintah daerah bertanggung jawab dalam penjabaran dan
pelaksanaan kurikulum yang mencakup;
1) Pengembangan kurikulum dalam bentuk silabus.
2) Pengembangan dan pelaksanaan dan kurikulum muatan lokal.
3) Penyusunan petunjuk teknis operasional pelaksanaan kurikulum.
4) Pelaksanaan pemantauan penilaian.
Sedangkan sekolah bertanggung jawab dalam pelaksanaan
kurikulum yang mencakup;
1) Pengembangan kurikulum dalam bentuk silabus.
2) Perencanaan pembelajaran dan penilaian.
3) Pelaksanaan dan pengelolaan pembelajaran, serta pelaksanaan dan
pengelompokan penilaian hasil belajar.
Diterbitkan di: 14 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.