Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Konseling>Pengertian Informasi Bimbingan dan Konseling

Pengertian Informasi Bimbingan dan Konseling

oleh: RajaHoky     Pengarang : ika lilis
ª
 

Informasi adalah pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran,
pengalaman atau intruksi. Jadi, informasi Bimbingan dan Konseling
adalah membantu siswa memberi pengetahuan yang didapatkan dari
proses belajar agar dapat menyesuaikan dan mengembangkan potensi
secara optimal di dalam diri siswa.
Tujuan layanan ini, agar peserta didik memiliki pengetahuan
(informasi) yang memadai, baik tentang dirinya maupun tentang
lingkungannya, masyarakat, serta sumber-sumber belajar termasuk internet. Informasi yang diperoleh peserta didik sangat diperlukan agar
lebih mudah dalam membuat perencanaan dan mengambil keputusan.
2. Layanan Bimbingan dan Konseling
Berbagai jenis layanan perlu dilakukan sebagai wujud penyelenggaraan
pelayanan bimbingan dan konseling terhadap sasaran layanan yaitu peserta
didik. Dalam rangka pencapaian tujuan Bimbingan dan Konseling di sekolah,
terdapat beberapa jenis layanan yang diberikan kepada siswa, diantaranya :
a. Layanan Orientasi
Yaitu layanan Bimbingan dan Konseling yang memungkinkan peserta
didik memahami lingkungan (seperti sekolah) yang baru dimasuki peserta
didik, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik
di lingkungan yang baru itu.Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan
menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai,
yang berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman
b. Layanan Informasi
Layanan Informasi merupakan memberi informasi yang dibutuhkan
peserta didik. Tujuan layanan ini, agar peserta didik memiliki pengetahuan
(informasi) yang memadai, baik tentang dirinya maupun tentang
lingkungannya, masyarakat, serta sumber-sumber belajar termasuk internet. Informasi yang diperoleh peserta didik sangat diperlukan agar
lebih mudah dalam membuat perencanaan dan mengambil keputusan.
Ada juga metode layanan informasi di sekolah, yang dapat diberikan
siswa yaitu dengan berbagai cara, seperti metode ceramah, diskusi panel,
wawancara, karya wisata, alat-alat peraga dan alat-alat bantu lainnya,
buku panduan, kegiatan sanggar karier, sosiodrama.
c. Layanan Penempatan dan Penyaluran
Yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan peserta didik memperoleh
penempatan dan penyaluran yang tepat (misalnya penempatan atau
penyaluran di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan, atau program studi,
program pilihan, magang, kegiatan kurikuler atau ekstra kurikuler) sesuai
dengan potensi, bakat dan minat serta kondisi pribadinya.
d. Layanan Bimbingan Belajar
Yaitu layanan Bimbingan dan Konseling yang memungkinkan peserta
didik (klien) mengembangkan diri berkenaan dengan sikap dan kebiasaan
belajar yang baik, materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan
kesulitan belajarnya, serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar
lainnya Layanan ini dilaksanakan melalui tahap-tahap: pengenalan siswa yang
masih belajar; pengungkapan sebab-sebab timbulnya masalah belajar; dan
pemberian bantuan pengentasan masalah belajar.
e. Layanan Konseling Perorangan
Yaitu layanan Bimbingan dan Konseling yang memungkinkan peserta
didik (klien) mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara
perorangan) dengan guru pembimbing dalam rangka pembahasan dan
pengentasan permasalahan pribadi yang dideritanya.31 Sehingga bisa
dikatakan bahwa konseling merupakan “jantung hati” yang berarti bahwa
apabila layanan konseling telah memberikan jasanya, maka masalah klien
akan teratasi secara efektif dan upaya-upaya bimbingan lainnya tinggal
mengikuti atau berperan sebagai pendamping.
f. Layanan Bimbingan Kelompok
Yaitu layanan Bimbingan dan Konseling yang memungkinkan peserta
didik secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari narasumber
tertentu (terutama dari pembimbing atau konselor) yang berguna untuk
menunjang kehidupannya sehari-hari.
g. Layanan Konseling Kelompok
Yaitu layanan Bimbingan dan Konseling yang memungkinkan peserta
didik (klien) memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan yang dialaminya melalui dinamika kelompok, masalah yang
dibahas itu adalah masalah-masalah pribadi yang dialami oleh masingmasing
anggota kelompok
Diterbitkan di: 14 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.