Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Konseling>Cara mengatasi siswa yang terlambat

Cara mengatasi siswa yang terlambat

oleh: mujursejathi     Pengarang : isnaini
ª
 
Adapun beberapa upaya untuk dapat dilakukan antara lain:
1) Absen pagi-siang
Walaupun untuk mengatasi masalah kedisiplinan itu tidak
mudah, satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh sekolah adalah
sekolah harus tetap memenuhi tugasnya sebagai peran didik, yaitu
mendidik anak-anak yang semulanya pemalas menjadi rajin, yang
semula kehadirannya di sekolah selalu terlambat, agar bisa menjadi
lebih awal berangkatnya dan tidak terlambat lagi.
Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk tujuan itu adalah
sekolah melakukan absen dua kali, pagi hari diabsen, didata
kehadirannya, demikian pun pada siangnya.
2) Pintu gerbang ditutup
Langkah sekolah untuk menutup pintu gerbang sekolah pada
pagi hari. Bertepatan pada jam pelajaran sudah efektif, pintu gerbang
pun ditutup.
Langkah ini dianggap baik asal sebelumnya sudah jauh-jauh
hari disosialisasikan, menjadi terkesan baik sebab penutupan pintu
gerbang juga bermakna hal yang sama bagi guru dan karyawan.
Artinya kalau ada guru dan karyawan yang datang terlambat nasibnya
akan sama. Pintu baru dibukakan kembali setelah jam kedua.
Pembiasaan semacam ini menjadikan para siswa, terutama lebih
berhati-hati untuk tidak datang terlambat lagi.
3) Inventarisasi keterlambatan siswa
Bila siswa datang terlambat langsung dicatat, baik untuk
kehadiran pagi maupun setelah istirahat siang untuk pribadinya akan
didapatkan data catatan yang otentik, berikutnya kalau dari catatan itu
kemudian dibuat grafik atau statistic yang dipetakan, mau tidak mau
siswa yang terlambat itu akan terketuk kesadaran hatinya. Bila
dicantumkan dalam grafik atau statistik kemudian dibandingkan
dengan kelas-kelas lain dan dipampang di tempat-tempat tertentu
misalnya di ruang guru atau ruang Bimbingan dan Konseling.
4) Sanksi
Bila kondisi siswa sudah tidak bisa diajak toleransi lagi,
akhirnya sanksi pun dilakukan oleh sekolah, sanksi ini diberlakukan
sangat berhati-hati dan bertahap, disisi lain sanksi ini pun diperankan
sebagai alat mendidik. Kalau semua usahsudah tidak mempan,
barangkali dengan sanksi dirinya akan lebih baik lagi.
Diterbitkan di: 13 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mengapa siswa bisa terlambat Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.