• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Studi Komunikasi/Media>Perilaku ORGANISASI Konsep Dasar dan Aplikasinya

.

Perilaku ORGANISASI Konsep Dasar dan Aplikasinya

oleh : PapapFarras    

Pengarang : Drs. Miftah Thoha, MPA
PERSEPSI DAN KOMUNIKASI
Dua istilah persepsi dan komunikasi ini amat erat dan penting sekali diketahui guna memahami
ilmu perilaku ini. Komunikasi terjadi jika seseorang ingin menyampaikan informasi kepada orang lain. Dan komunikasi tersebut dapat berjalan baik dan tepat jika penyampai informasi tadi menyampaikannya dengan patut, dan penerima informasi menerimanya tidak dalam bentuk distorsi.

Jika dalam proses penyampaian informasi tidak patut dan terjadi distorsi, maka komunikasi semacam ini dapat dikatakan komunikasi yang tidak efektif atau mengalami kegagalan. Kegagalan berkomunikasi bisa terjadi karena banyak hambatan-hambatan. Salah satu hambatan yang ditimbulkan dari unsur manusia yang terlibat didalamnya ialah karena persepsi yang berbeda.


Persepsi pada hakekatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang didalam memahami informasi tentang lingkungannya, lewat penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan, dan penciuman. Persepsi adalah suatu proses kognitif yang kompleks dan yang menghasilkan suatu gambar unik tentang kenyataan yang barangkali sangat berbeda dari kenyataannya.

Subproses persepsi dapat terdiri dari suatu situasi yang hadir pada se-seorang. Disini seseorang tersebut menghadapi suatu kenyataan lingkungan yang harus dilihat dan diartikan. Subproses berikutnya adalah registrasi, interpretasi, dan umpan balik. Dengan demikian setelah seseorang mengetahui keadaan lingkungannya, semua keterangan tersebut didaftar dalam ingatan dan fikirannya. Pada gilirannya nanti orang tersebut kemudian mengartikan atau meng-interpretasikan tentang semua informasi yang didaftar tentang lingkungan yang dihadapi tadi. Proses terakhir orang tersebut akan memberikan umpan balik.


Dalam persepsi yang amat menarik dibicarakan adalah proses pemilihan persepsi, yakni suatu proses bagaimana seseorang bisa tertarik pada suatu objek sehingga menimbulkan adanya suatu persepsi mengenai objek tersebut. Adapun faktor penyebab bagaimana seseorang tertarik pada objek tersebut dapat dikelompokkan atas dua hal yakni faktor dari luar diri seseorang dan faktor dari dalam diri sendiri. Faktor dari luar misalnya karena intensitas, ukuran, kontras, pengulangan, gerakan, dan objek tersebut baru atau sudah dikenal. Adapun faktor dari dalam terdiri dari proses pemahamam atau learning, motivasi, dan kepribadian seseorang.

Persepsi dapat diorganisir dalam diri seseorang berdasarkan hal-hal seperti adanya kesamaan dan ketidaksamaan objek, adanya kedekatan dalam ruang, dan adanya kedekatan dalam waktu. Selain itu jika seseorang melakukan persepsi terhadap orang lain, akibat karena adanya hubungan dan interaksi secara langsung, maka orang tersebut melakukan persepsi sosial. Dalam persepsi seperti ini karakteristik masing-masing yang berhubungan amat menentukan. Selain itu beberapa hal yang ikut menentukan prasaran persepsi sosial antara lain karena adanya proses atribusi, stereotype, dan halo effect.


Istilah lain lagi yang amat berhubungan dengan persepsi adalah komunikasi. Banyak pengertian yang dikemukakan tentang komunikasi ini, tetapi ada tiga aspek penting yang merupakan kontinum dibahas dalam buku ini. Tiga aspek tersebut adalah informasi, proses komunikasi dalam suatu organisasi, dan komunikasi antar orang.

Mengenai informasi ada tiga hal penting yang dikemukakan dalam bab ini sehingga dapat memberikan pengertian tentang sifat hakekatnya. Tiga hal itu antara lain kelebihan, pengertian, dan umpan balik. Dengan demikian jika suatu informasi yang dikomunikasikan itu berlebihan akan menimbulkan beberapa reaksi, misalnya orang-orang berkomunikasi gagal memperhitungkan dengan tepat informasi yang diterimanya, banyak membuat kesalahan, menumpuk pekerjaan, penyaringan informasi, mengerti hanya garis besarnya saja, melempar tugas ke orang lain, dan menghindar dengan sengaja informasi yang datang. Adapun sifat lain dari informasi adalah pengertian dan umpan balik. Penerimaan dan pemahaman penerima informasi akan mempengaruhi pengertian ini, demikian pula umpan balik dari informasi tersebut.


Adapun komunikasi organisasi adalah suatu komunikasi yang terjadi dalam suatu organisasi tertentu. Ciri dari komunikasi organisasi ini ialah berstruktur atau berhirarki. Komunikasi ini mempunyai struktur yang vertikal dan horizontal, dan sebagai akibatnya dapat pula berstruktur keluar organisasi. Struktur yang terakhir ini jika organisasi tersebut melakukan interaksi dengan lingkungannya.

Kalau dalam organisasi dikenal adanya struktur formal dan informal maka dalam komunikasinyapun dikenal adanya komunikasi formal dan informal. Komunikasi formal mengikuti jalur hubungan formal yang tergambar dalam susunan atau struktur organisasi. Adapun komunikasi informal arus informasinya sesuai dengan kepentingan dan kehendak masing-masing pribadi yang ada dalam organisasi tersebut. Proses hubungan komunikasi informal tidak mengikuti jalur struktural, sehingga bisa saja terjadi seseorang yang mempunyai struktur formal berada dibawah, berkomunikasi dengan seseorang yang berada di tingkat pimpinan.


Komunikasi yang kiranya juga amat penting dikemukakan sebagai unsur kontimum yang ketiga ialah komunikasi antar pribadi. Efektifitas komunikasi antar pribadi ini, dapat dilihat dari lima hal berikut: adanya keterbukaan, empathy, dukungan, kepositifan, dan kesamaan. Faktor kesamaan ini erat sekali dengan konsep homophily dan heterophily. Homophily menunjukkan pada suatu derajat kesamaan antara dua fihak yang terikat dalam komunikasi, yakni pribadi penyampai informasi dan pribadi yang menerima informasi. Sedangkan lawannya ialah heterophily yang menunjukkan ketidaksamaan.
Diterbitkan di: Desember 15, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.