Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Studi Komunikasi/Media>Pertimbangan dalam Pemilihan Masalah Penelitian

Pertimbangan dalam Pemilihan Masalah Penelitian

oleh: berkah_ramadhan     Pengarang : None
ª
 
Mengingat kedudukan masalah yang akan diteliti sangat sentral dalam suatu penelitian maka pemilihan masalah penelitian harus dipertimbangkan secara sungguh-sungguh. Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan masalah penelitian dapat dikelompokkan ke dalam :

a. Pertimbangan yang tidak termasuk dalam kawasan kriteria ilmiah atau (extrascientific criteria) yang meliputi :

1) Minat dan atau kepentingan peneliti terhadap masalah yang hendak diteliti sehingga ia bergairah dan bersungguh-sungguh dalam meneliti.

2) Kepentingan umum atau masyarakat terhadap masalah yang hendak diteliti. Hal ini membuat peneliti akan lebih mudah memperoleh dukungan dalam menangani sesuatu penelitian.

3) Resistensi sosial kultural dan ideologis terhadap sesuatu masalah yang hendak diteliti. Maksudnya peneliti perlu mempertimbangkan kepekaan atau ketabuan suatu masalah baik karena alasan sosial, kultural maupun ideologis. Sebagai contoh adalah eksperimentasi untuk mengetahui dampak positip dan negatip dari pergaulan bebas di kalangan remaja di Indonesia; pengalaman seksual sebelum menikah di kalangan remaja. Hal-hal ini dapat digambarkan sebagai berkut :

Minat dan Kepentingan Penelitian

Kepentingan masyarakat Pemilihan Masalah Penelitian

Resistensi Sosial, Kultural danIdeologis

Pertimbangan yang Termasuk dalam Kawasan Kriteria Ilmiah, meliputi :

1) Dapat tidaknya suatu masalah ditelaah secara ilmiah.

Sesuatu masalah dikatakan ”dapat ditelaah secara ilmiah (researchable) jika gejala atau indikasi atau realitasnya dapat diamati (observable). Karena itu, pertanyaan tentang ”baik atau jelek poligami itu”, ”perlu atau tidaknya lembaga pemasyarakatan dan barapa jumlah anak yang ideal” merupakan persoalan-persoalan yang tidak dijawab melalui penelitian. Persoalan yang datanya dapat dikumpulkan dan dianalisis adalah ”pendapat atau pandangan masyarakat terhadap masalah-masalah tersebut” atau ”dampak tertentu dari poligami, LP, jumlah anak dan cara pendidikan anak dalam keluarga”.

2) Signifikansi atau kebermaknaan sesuatu masalah untuk diteliti.

Sesuatu masalah dikatakan bermakna jika pemecahan atau jawabannya melahirkan pengetahuan baru yang memang penting baik bagi penambahan khazanah ilmu pengetahuan maupun bagi kepentingan praktis atau kebijakan. Kegunaan teoritis itu berkaitan dengan nilai eksplanasi, prediksi dan pengendalian dari hasil penelitian sesuatu masalah. Sedangkan kegunaan praktis berkaitan dengan nilai informasi dari penelitian bagi kepentingan praktis atau kebijakan. Dalam hubungan ini terdapat ungkapan :

Pertama, Learning more and more about less and less until researcher knows everything about nothing. Ungkapan ini menggambarkan demikian sempitnya lingkup dan batasan masalah yang diteliti sehingga banyak sekali yang diketahui mengenai “persoalan tersebut” dan peneliti mengetahui segala-galanya tentang hal yang tiada berarti.

Kedua, Learning less and less about more and more until one knows nothing about everything. Ungkapan ini menggambarkan luasnya scope masalah yang diteliti sehingga hanya sedikit yang dapat diketahui dan peneliti pun tidak mengetahui apa-apa tentang segala hal. Dari dua ungkapan tersebut di atas terdapat petunjuk bahwa memilih masalah yang benar-benar bermakna adalah tidak mudah.

Diterbitkan di: 23 Agustus, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.