Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Studi Komunikasi/Media>Objek dan Ruang Lingkup Studi Islam

Objek dan Ruang Lingkup Studi Islam

oleh: Pamoengkas     Pengarang : Ust. Imam Nakhei
ª
 
Agama (islam) sebagai obyek kajian dapat dibagi dalam tiga demensi.

ü Islam sebagai doktrin atau wahyuü Islam sebagai produk dan gejala budayaü Islam sebagai interaksi sosial, produk sejarah ( islam yang mensejarah dalam realitas sosial)

Harun Nasutian membagi ajaran islam menjadi dua :

ü Ajaran yang diwahyukanü Ajaran yang di interpretasikan

Bernard Lewis membagi tipologi islam menjadi:ü Islam yang terwujud dalam al-qur'an dan al-hadistü Islam yang diinterpretasikan ulama'ü Islam yang mensejarah dan membudaya dalam prilaku pemeluknya.

Obyek penelitian sosial agama menurut atha’ mudhar dapat diarahkan pada: ajaran, keberagamaan, struktur dan dinamika masyarakat islam. Al-hasil obyek penelitian agama adalah fakta agama dan pengungkapannya yang dapat berupa: kitab suci, pemikiran dan kesejarahan suatu agama, simbol-simbol, budaya, prilaku, pola keberagamaan, pranata sosial dan struktur sosial.

Penelitian agama dapat diarahkan pada salah satu dimensi-dimensi agama dan keberagamaan seseorang. Metodelogi yang relevan sangat ditentukan oleh obyek yang hendak di teliti.
Apa yang dimaksud pendekatan teologis normatif?

Pendekatan teologis adalah pendekatan yang menekankan pada bentuk forma atau simbol-simbol keagamaan yang masing-masing bentuk forma atau simbul-simbul keagamaan tersebut mengklaim dirinya sebagai yang paling benar semertara pihak lain dianggap kurang benar dan bahkan salah.

Pendekatan normatif adalah pendekatan yang memandang agama dari segi ajarannya yang pokok dan asli dari tuhan yang didalamnya belum terdapat penalaran pemikiran manusia. Atau upaya memahami agama dengan menggunakan kerangka ilmu ketuhanan yang bertolak dari satu keyakinan bahwa wujud empirik dari suatu keagamaan dianggap sebagai yang paling benar ( truth claim) dibandingkan dengan yang lainnya.

Apakah karakteristik pendekatan teologis normatif?

Ciri pendekatan teologis normatif adalah:

ü Truth claim (klaim kebenaran) hanya ada pada ajarannya.ü Partikularistikü Eksklusifü Terkadang intoleranü Formalistikü a-sosial dan sejenisnya.ü Menggunakan cara berpikir deduktif.

Apakah kelebihan pendekatan teologis normatif?

ü Mengawetkan ajaran agama dan membentuk karakteristik pemeluknya dalam rangka membentuk masyarakat yang ideal menurut pesan dasar agama.

ü Membentuk sikap militansi dalam beragama, yakni berpegang teguh kepada agama yang diyakininya sebagai yang benar tampa memandang rendah atau meremehkan agama lainnya.

Apakah kelemahan pendekatan teologis normatif?

ü Bersifat eksklusif, dogmatis, tidak mau mengakui kebenaran agama orang lain.

ü Tidak selamanya dapat menyelesaikan masalah esensial khususnya persoalan pluralisme agama , demokrasi dan gender.

Penelitian Agama Dengan Pendekatan Sosiologis

Sosiologi agama dirumumuskan secara luas sebagai suatu studi tentang intrerrelasi dari agama dan masyarakat serta bentuk-bentuk interaksi yang terjadi antar mereka.

Hal ini berangkat dari teori bahwa dorongan-dorongan, gagasan, dan kelembagaan agama mempengaruhi dan sebaliknya juga dipengaruhi, oleh kekuatan-kekuatan sosial.

Tugas seorang sosiolog agama adalah menyelidiki bagaimana tata cara masyarakat, kebudayaan dan pribadi-pribadi mempengaruhi agama sebagaimana agama mempengaruhi mereka

Diterbitkan di: 04 Mei, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.