Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Studi Komunikasi/Media>Pengertian Objektivitas Pemberitaan dan Pengukurannya

Pengertian Objektivitas Pemberitaan dan Pengukurannya

oleh: eagle2013    
ª
 

McQuail (1987 : 129) mengatakan bahwa objektivitas pada umumnya berkaitan dengan berita dan informasi. Objektivitas merupakan nilai sentral yang mendasari disiplin profesi yang dituntut oleh para wartawan sendiri. Dengan demikian, objektivitas diperlukan untuk mempertahankan kredibilitas Siahaan (2001 : 100) mengatakan bahwa objektivitas pemberitaan adalah penyajian berita yang benar, tidak berpihak, dan berimbang. Siregar (2001 : 66) mengatakan bahwa untuk mengukur objektivitas pemberitaan pada dasarnya menakar sejauh mana wacana fakta sosial identik dengan wacana fakta media. Sebab berita adalah fakta social yang direkontruksikan untuk kemudian diceritakan. Cerita tentang fakta social itulah yang ditampilkan di media cetak. Motif khalayak menghadapi media cetak adalah untuk mendapatkan fakta sosial. Untuk itu, prinsip utama dalam jurnalisme

adalah objektivitas Atkins (1977) mengatakan bahwa perspektif mengenai objektivitas yaitu jurnalis haruslah tidak memihak dalam mengumpulkan, memproses dan memberikan berita yang dapat menjadi nyata dan konkrit sehingga dapat dibuktikan oleh pembacanya (De Beer dan Merrill, 2004 : 168).

McQuail (Siahaan, 2001 : 64-65) mengatakan bahwa untuk mengukur objektivitas pemberitaan adalah melalui dimensi factuality. Dimensi factuality memiliki dua sub dimensi, yakni truth dan relevance. Sub dimensi truth adalah tingkatan kebenaran atau keterandalan (reliabilitas) fakta yang disajikan, ditentukan oleh factualness (pemisahan yang jelas antara fakta dan opini), dan accuracy (ketepatan data yang diberitakan, seperti jumlah tempat, waktu, nama dan sebagainya). Sedangkan sub dimensi relevance mensyaratkan perlunya proses seleksi menurut prinsip kegunaan yang jelas, demi kepentingan khalayak. Relevance atau tidaknya aspek- aspek yang diberitakan bisa ditentukan berdasarkan salah satu atau kombinasi empat kriteria, yakni normative standards, journalistic, audience, dan real world indicators.

Diterbitkan di: 29 Oktober, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.