Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Studi Komunikasi/Media>Generasi Muda dan Masa Depan Bangsa

Generasi Muda dan Masa Depan Bangsa

oleh: HestiSolBonita    
ª
 

Generasi Muda dan Masa Depan Bangsa


Generasi muda adalah penerus maupun calon pemimpin bangsa. Tidak salah apabila ungkapan bahwa pemuda adalah tulang punggung bangsa sebagai penerus cita-cita para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan.

Sebagai kaum muda penerus perjuangan para pahlawan dalam berperang memerangi imperialisme dan kolonialisme, hingga dengan perjuangan sampai pada titik darah penghabisan, dengan segala pengorbanan, akhirnya penjajah berhasil ditumpas. Demikian yang terdapat di dalam sejarah perjuangan kemerdekaan.


Saat ini kaum muda hanya tinggal menikmati, meneruskan perjuangan yang telah diraih oleh para pahlawan. Walaupun sumpah pemuda hanya menjadi suatu peringatan tahunan (ritual), akan tetapi paling tidak memberikan pendidikan (nilai-nilai) yang positif bagi generasi masa yang akan datang akan pentingnya nilai persatuan dan kesatuan, serta pentingnya peran generasi muda bagi bangsa dan negara.


Di tengah berkembangnya kemajuan teknologi dan informasi nampaknya memberikan beragam kemudahan dalam menggali setiap informasi yang diterima. Akan sangat mudah untuk mengakses jaringan, khususnya yang berhubungan dengan internet (teknologi) atau yanglain sebagainya.


Dengan adanya kemajuan teknologi, nampaknya telah memunculkan berbagai macam reaksi yang bahkan terkesan kontradiktif. Di satu pihak kemajuan teknologi banyak juga yang mengagungkan, bahkan sampai mengkultuskannya, sebagai penghematan biaya, penyokong rasionalisasi tenaga kerja dan peminimalisir pemborosan energi. Namun di pihak lain, ada juga yang menyebutnya sebagai pembawa dan pengundang kehancuran. Bahkan terkadang ia sering diperlakukan sebagai sarana yang ampuh,


Di tengah gencarnya kemajuan iptek, dihadapkan dengan maraknya budaya konsumtif menjadi suatu hal yang sudah merebak dalam kehidupan. Menurut hemat penulis bahwa pemangkasan dan pemutusan generasi dimulai yaitu salah satunya dengan sikap budaya konsumtif.


Tampilan budaya konsumtif ini sudah menjalar pada ranah kehidupan. Salah satunya melalui acara televisi yang lebih banyak menampilkan tayangan-tayangan glamour, hura-hura, drama percintaan semu, yang bahkan terkadang tidak sesuai dengan kondisi bangsa yang sedang mengalami krisis, bahkan tampilan film tersebut tidak realistis, dan itu menjadi konsumsi kita sehari-hari. Secara tidak sadar hal tersebut mengubah pola pikir kaum muda untuk menjadi “sang imitasi” terhadap budaya-budaya konsumtif tersebut. Belum lagi dengan beragam tayangan yang menampilkan bentuk kriminalitas. Walaupun begitu juga masih ada yang menampilkan tayangan yang mengarah kepada pendidikan dan masalah-masalah positif yang lain.


Saat ini kita tidak sedang dihadapkan secara langsung dengan bentuk “Imperialisme dan Kolonialisme”, bentuk penjajahan seperti sekarang ini bukan kontak senjata secara langsung dengan penjajah seperti yang dialami oleh pahlawan, akan tetapi dalam bentuk yang sangat tersistematis melalui budaya dan lain sebagainya, karena tidak hanya akan berdampak kepada generasi sekarang ini tetapi pada masa yang akan datang.


Yaitu Imperialisme melalui budaya asing yang jauh dari adat istiadat ketimuran maupun kearifan local pada aras masing-masing daerah. Dalam hal ini kita bukan hendak membenturkan antara budaya barat dan timur, akan tetapi paling tidak, kita tidak menelan mentah-mentah bagai obat bius segala macam bentuk budaya asing tersebut, harus ada filtrasi dalam diri kita sebagai generasi muda.


Tentunya filtrasi tersebut adalah dengan mengembangkan wawasan kebangsaan. Mengaplikasikan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan. Dalam pancasila dari beberapa butirnya tidak hanya menekankan tentang pentingnya kualitas individu, namun juga kualitas sosial. Kepedulian kepada masalah-masalah yang berhubungan dengan isu sosial (keumatan).


Bung Karno, begitu bersemangat dengan harapan beliau kepada pemuda, sebagaimana beliau ungkapkan bahwa hanya dengan pemuda ia siap merubah bangsa. Statement Bung Karno bukan merupakan kalimat hiperbola yang kering makna, kita bisa melihat bahwa generasi yang siap membangun bangsa lebih baik adalah dengan peran pemuda dalam pembangunan.


Terlebih itu ditujukan kepada para mahasiswa, mahasiswa dikatakan sebagai agen of change (agen perubahan). Jadi dalam hal ini di era sekarang kita dihadapkan kepada generasi yang memperjuangkan kemanusiaan dan peradaban atau malah akan menjadi budak teknologi dan industrialisasi.


Menjadi PR bagi generasi muda dalam masa yang akan datang yang tentunya dengan tantangan yang beragam dari masa ke masa.



Diterbitkan di: 14 September, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa itu yg dimaksud dengan imperialisme dan konolialisme?? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.