Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pengertian analisis wacana

oleh: lanangeejagaad     Pengarang : agus salim
ª
 
Di katakan bahwa wacana media merupakan proses kesadaran sosialyang melibatkan tiga pemain, yaitu; sumber-sumber berita (sources), parapembuat berita (wartawan), dan khalayak (audien ). Dalam memahamibudaya yang menyangkut dasar -dasar kehidupan sosial yang telah diatur,ketiganya harus melibatkan diri sesuai dengan peran sosialnya maingmasing,dan dihubungkan satu sama lainnya dengan wacana berita yangmereka konstruksi.Jadi analisis wacana adalah studi tentang struktur pesan dalamkomunikasi baik verbal maupun non verbal, sebagai usaha untukmemahami makna tuturan sebagai pesan dalam konteks, teks, dan situasi. Mills (1994) mengacu pada pengertian Faulcolt memberikanpengertian wacana menjadi tiga macam :a. Wacana level Konseptual teoritis, berarti domain umum semuapernyataan yang mempunyai makna dan efek dalam kehidupan.b. Wacana level konteks, berarti sekelompok pernyataan yang dapatdikelompokan kedalam kategori terte ntu.c. Wacana level metode penjelasan, berarti suatu praktek yang diatur untukmenjelaskan sejumlah pernyataan. Menurut Van Djik ada beberapa karakteristik yang melekat padapendekatan analisis wacana kritis, yaitu: tindakan, konteks, historis,kekuasaan, dan ideologi.Pertama, tindakan. Prinsip ini dipahami sebagai sebuah tindakan(action ). Pemahaman semacam ini mengasosiasikan wacana sebagai bentukinteraksi. Jika semua berkaitan dengan orang lain, maka apa yang dilakukanadalah bentuk hubungan interaksi dengan orang lain. Dalam hal ini adakonsekwensi yang melekat ketika melihat sebuah wacana, yaitu wacanadipandang sebagai sesuatu yang bertujuan (membujuk, mempengaruhi,bereaksi, dan sebagainya) dan wacana dipandang sebagai sesuatu yangdiekspresikan secara wajar dan terkontrol.Kedua, konteks. Wacana dipandang, diproduksi, dimengerti, dandianalisis pada suatu konteks tertentu. Latar-latar yang perlu dipertimbangkandalam konteks wacana adalah latar, situasi, peristiwa, dan kondisi. Dalamanalisis wacana juga perlu dipertimbangkan aspek siapa komunikator dankomunikannya, dalam pertimbangan apa dan mengapa pesan disampaikan.Ketiga, historis. Aspek penting dalam pemahaman teks wacana adalahkonteks historis. Hal ini disebabkan wacana diproduksi berdasarkan situasisosial tertentu. Pemahaman mengenai wacana teks hanya akan diproduksi.Keempat, kekuasaan. Konteks kekuasaan memandang bahwa tekswacana diciptakan bukanlah dalam bentuk alamiah, wajar dan bahkan netral.Konteks kekuasaan memandang bahwa suatu teks wacana di buat dalam intimidasi individu dan kelompok tertentu. Kekuasaan ini juga berarti bentukkontrol individu atau kelompok tertentu terhadap teks yang diproduksi.Kelima, ideologi. Ideologi selalu melekat dalam produk wacana media.Ideologi biasanya didominasi oleh sekelompok orang tertentu de ngan tujuanuntuk memproduksi dan melegitimasi dominasi mereka. Ideologi media sangatberpengaruh dalam penyajian teks wacana, seperti penulisan berita, sehinggateks yang dibuat kadang tidak menyampaikan sebuah fakta, tapi justrumenciptakan fakta.Sebetulnya banyak model analisis wacana yang diperkenalkan dandikembangkan oleh para ahli. Eriyanto (2001) dalam buku Analisis Wacananya,misalnya menyajikan model-model analisis wacana yang dikembangkanoleh Roger Flower dkk (1979), Theo Van Leeuwen (2986), Sara Mills (1992),Norman Fairclough (1998), dan Teun A. Van Djik (1998). Dari sekian banyakmodel analisis wacana itu, model analisis wacana Van Djik adalah yang palingbanyak digunakan. Mungkin ini karena Van Djik mengelaborasi elemenelemenwacana sehingga bisa diaplikasikan secara praktis.Wacana yangdigambarkan oleh Van Djik mempunyai tiga dimensi, yaitu ; teks, kognisisosial, dan konteks sosial. Ketiga dimensi itu tidak berdiri sendiri, melainkansatu sistem dan satu kesatuan dalam analisis.Dalam teks yang dipelajari adalah bagaimana struktur teks dan strategiwacana yang dipakai untuk menegaskan suatu tema tertentu. Kognisi sos ialmempelajari proses produkdi teks berita atau wacana yang melibatkan kognisi individu dari seseorang wartawan atau pembuat wacana. Sedangkan kontekssosial mempelajari tentang bagaimana bangunan wacana yang berkembangdalam masyarakat
Diterbitkan di: 23 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.