Kita sering mendengar kata opini publik,
baik dari televisi maupun radio dan
membaca di surat
kabar, majalah, dan tabloid. Aapa sebenarnya definisi atau pengertian opini publik itu? Opini publik adalah unsur-unsur dari pandangan, perspektif dan tanggapan masyarakat
mengenai suatu kejadian, keadaan, dan desa-desus tentang peristiwa-peristiwa
tertentu. Para ilmuwan mengungkapkan berbagai
rumusan yang satu sama lain berbeda akan batasan opini publik. Cutlip dan
Center (Sastropoetro,
1990:70) menyatakan bahwa opini publik adalah sejumlah akumulasi pendapat
individual tentang suatu isu dalam pembicaraan secara terbuka dan berpengaruh
terhadap sekelompok orang. Dengan demikian, opini publik terbentuk melalui
suatu kegiatan berupa debat pembicaraan, atau pertukaran informasi antara
individi-individu yang berada dalam suatu kelompok. Sedangkan menurut Clyde , opini publik adalah penilaian sosial mengenai suatu
masalah yang penting dan berarti, berdasarkan proses pertukaran-pertukaran yang
sadar dan rasional oleh khalayaknya (Sumarno, 1990:19). Irish dan Protho
(Susanto, 1985:91) menyatakan bahwa suatu pendapat harus dinyatakan terlebih
dahulu agar dapat dinilai sebagai opini publik. Hal ini disebabkan karena
sesuatu yang belum dinyatakan belum bisa disebut opini karena belum mengalami
proses komunikasi. Suatu pendapat akan menjadi isu apabila mengandung unsur
kemungkinan pro dan kontra suatu pendapat (tentang suatu kejadian) yang telah
dinyatakan. Dengan demikian, ia akan menimbulkan adanya pendapat baru yang
menyenangkan atau tidak baginya. Selanjutnya Irish dan Protho (Susanto,
1985:92) menambahkan bahwa suatu isu akan menjadi isu sosial apabila ia
menyebabkan orang lain akan membentuk pendapatnya (dan menyatakannya) atau
memberikan tanggapannya atas persoalan yang dibahas oleh pendapat semula.
Dengan demikian, opini publik merupakan opini yang mengandung unsur-unsur
berikut: (1) Adanya masalah atau situasi yang bersifat kontroversial; (2)
Adanya publik yang secara spontan terpikat kepada masalah tersebut, melibatkan
diri ke dalamnya dan berusaha memberikan pendapatnya; (3) Adanya kesempatan
bertukar pikiran atau berdebat mengenai masalah yang kontroversial tersebut. Dari
berbagai uraian yang telah dikemukakan dapat diambil kesimpulan bahwa opini
publik adalah (Sunarjo, 1984:32): (1) Opini publik merupakan persatuan pendapat
(sintesa dari pendapat-pendapat orang banyak); (2) Sedikit banyaknya mendapat
dukungan dari sejumlah orang; (3) Dalam opini publik orang menyatakan
persetujuan atau tidak setuju terhadap gagasan atau terhadap suatu situasi,
kejadian, atau peristiwa; (4). Opini publik merupakan kesatuan perasaan (emosi)
dan akal, karenanya opini mudah berubah misalnya dari setuju menjadi tidak setuju;
(5) Opini publik dapat dibentuk dan karena opini itu bukan suatu fakta maka belum
tentu benar; (6) Opini publik mungkin sekali dilakukan dengan timbulnya suatu
aksi, misalnya demonstrasi atau unjuk pendapat; (7) Tidak boleh dilupakan bahwa
terbentuknya opini publik selalu memulai diskusi sosial.