Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Studi Komunikasi/Media>Bentuk Dan Karakteristik Komunikasi

Bentuk Dan Karakteristik Komunikasi

oleh: glamfather    
ª
 
2.2 Bentuk dan Karakteristik Komunikasi Efektif
Komunikasi efektif mencangkup bentuk komuniksi verbal efektif dan nonverbal efektif.
1. Komunikasi verbal Efektif. Komunikasi verbal efektif mempunyai karakteristik :
a. Jelas dan ringkas. Komunikasi berlangsung efektif, sederhana, pendek dan langsung. Makin sedikit kata-kata yang digunakan makin kecil kemungkinan terjadi kerancuan. Kejelasan dapat dicapai dengan dengan bicara secara lambat dan mengucapkannya dengan jelas. Penerima pesan perlu mengetahui apa, mengapa, bagaimana, kapan, siapa dan dimana.
b. Perbendaharaan kata. Penggunaan kata-kata yang mudah dimengerti oleh klien. Komunikasi tidak akan berhasil jika pengirim pesan tidak mampu menerjemahkan kata dan ucapan. Ucapkan pesan dengan istilah yang dimenegerti oleh klien.
c. Arti denotatif dan konotatif. Arti denotatif memberikan penegertia yang sama terhadap kata yang digunakan, sedangkan arti konotatif merupakan pikiran, perasaan atau ide yang terdapat dalam suatu kata. Kata ”serius” dipahami klien sebagai suatu kondisi mendekati kematian, tetapi bidan aka mengubah kata ”kritis” untuk menjelaskan keadaan mendekati kematian.
d. Intonasi. Suara komunikator mampu mempengaruhi arti pesan. Nada suara pembicaraan mempunyai dampak yang besar terhadap arti pesan yang dikirimkan karena emosi dapat mempengaruhi nada suara.
e. Kecepatan berbicara. Keberhasilan komunikasi dipengaruhi oleh kecepatan berbicara dan tempo bicara yang tepat. Selaan yang lama dan pengalihan yang cepat pada pokok pembicaraan lain mungkin akan menimbulkan kesan bahwa bidan sedang menyembunyikan sesuatu terhadap klien.
f. Humor. Humor meningkatkan keberhasilan bidan dalam memberikan dukungan emosional terhadap klien. Tertawa membantu mengurangi ketegangan dan rasa sakit yang disebabkan oleh stres sehingga meningkatkan keberhasilan perawat dalam memberikan dukungan emosional terhadap klien.

2. Komunikasi non Verbal.
a. Penampilan fisik. Penampilan fisik tenaga kesehatan mempengaruhi persepsi klien terhadap pelayanan yang diterima. Penampilan merupakan salah satu hal pertama yang diperhatikan selama komunikasi interpersonal. Bentuk fisik, cara berpakaia dan berhias menunjukkan kepribadian, status sosial, pekerjaan, agama, budaya da konsep diri. Bidan yang memperhatikan penampilan dirinya dapat menimbulkan citra diri dan profesional yang positif.
b. Sikap tubuh dan cara berjalan. Sikap tubuh dan cara berjalan mencerminkan konsep diri, alam perasaan (mood) dan kesehatan. Bidan dapat menyimpulkan informasi yang bermanfaat dengan mengamati sikap tubuh dan langkah klien. Langkah dapat dipengaruhi oleh faktor fisik seperti rasa sakit, obat atau fraktur.
c. Ekspresi wajah. Wajah merupakan bagian tubuh yang paling ekspresif. Enam keadaan emosi utama yang tampak melalui ekspresi wajah, yaitu terkejut, takut, marah, jijik, bahagia dan sedih. Kontak mata sangat penting dalam komunikasi interpersonal. Ketika berbicara, sebaiknya mata memandang lawan bicara, karena itu dapat dipersepsikan sebagai orang yang dapat dipercaya.
d. Sentuhan. Kash sayang, dukungan emosional dan perhatian diberikan melalui sentuhan. Ketika memberikan asuhan kebidanan, bidan menyentuh klien, seperti ketika memandikan, melakukan pemeriksaan fisik dan membantu berpakaian.

Diterbitkan di: 28 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Komentar Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.