Abdul Rahman Ismail (17785/PS/MM/05) 42 B
Magister Manajemen UGM Yogyakarta Abstraksi
Balanced score card (BSC), dikembangkan pertama kali oleh Kaplan
dan Norton, adalah metode evaluasi kinerja yang terdiri dari empat perspektif yaitu perspektif finansial, persprektif pelanggan, perspektif
bisnis secara internal dan perspektif inovasi dan pembelajaran. Dewasa ini BSC telah diaplikasikan pada teknologi informasi (TI) untuk menyakinkan bahwa TI dapat dievaluasi secara benar. BSC juga dapat diaplikasikan untuk mengevaluasi proyek e-
Business. Dalam makalah ini akan didiskusikan mengenai pengembangan dan implementasi BSC untuk diterapkan dalam mengevaluasi e-Business.
Kata kunci: Balanced score card (BSC), proyek e-Business, e-Business Balanced Score card
PENDAHULUAN
Ketika kita memasuki milenium baru, proses bisnis berbasis internet telah mengubah seluruh industri dan pasar, yang juga akan menimbulkan dampak besar pada pelanggan dan bisnis. Electronic business (e-Business) adalah penggunaan teknologi elektronik terutama dalam bentuk teknologi informasi (TI) untuk melakukan segala proses bisnis, termasuk didalamnya adalah jual beli atau pertukaran produk, jasa dan informasi, membangkitkan permintaan melalui kegiatan marketing, melayani pelanggan, berkolaborasi
dengan rekan bisnis dan kegiatan transaksi bisnis secara online. E-Business akan meningkatkan kinerja bisnis dengan low cost dan open connectivity dengan diperkenalkannya teknologi baru pada value chain dan menghubungkan value chains untuk meningkatkan layanan, mengurangi biaya, membuka saluran baru dan mentransformasi lansekap persaingan. Banyak perusahaan mulai sadar bahwa banyak manfaat potensial yang diberikan oleh e-Business. Beberapa manfaat yang diberikan e-Business adalah: Dukungan yang mutakhir pada usaha untuk melakukan perekayasaan ulang proses bisnis; Ekspansi jangkauan pasar; Memperkuat hubungan dengan pelanggan dan suplier; Mengurangi biaya dengan mengaplikasikan teknologi elektronik pada proses bisnis; Menurunkan biaya telekomunikasi dengan infrastruktur internet.
Karena manfaat – manfaat yang diberikan oleh e-Business banyak yang berupa manfaat non finansial (intagible benefit) maka kinerja dan kontribusinya terhadap kinerja bisnis secara keseluruhan akan sulit diukur dan dievaluasi. Juga akan sulit untuk me-manage proyek e-Business untuk menyakinkan bahwa manfaat yang nyata dan terukur dapat dihasilkan. Dalam praktik, proyek e-Business sering di-manage terlalu teknis dan sedikit melihat pada perspektif bisnis. Proyek e-Business harus di monitor dan setiap inisiatif dalam e-Business diperlukan perspektif bisnis yang didefinisikan dengan baik (tentang biaya dan manfaat / keuntungannya). Dalam makalah ini metode monitor yang baru dikembangkan dewasa ini, yaitu balanced score card, akan diaplikasikan pada proyek e-Business sebagai e-Business balanced score card. Pemanfaatan metode e-Business balanced score card akan memberikan kemudahan dalam mengukur, mengevaluasi kinerja e-Business dan me-manage proyek e-Business.
Ringkasan lain tentang Menggevaluasi dan Me-manage Proyek e-Business Dengan Balanced Score Card