Sejarah Melayu
Sejarah Melayu mencakup dimensi yang luas, dengan rentang masa yang panjang. Jika
Kerajaan Kutai dianggap sebagai kerajaan tertua dalam kebudayaan Melayu, maka awal fase sejarah Melayu adalah sekitar abad ke-4 atau 5 M. Sejarah yang dimaksud
di sini adalah kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi di masa lampau. Jejak-jejaknya dapat dilacak melalui
peninggalan sejarah, baik berupa manuskrip, prasasti, sejarah lisan maupun artefak.
Sejarah melayu diketahui dari berberapa peninggalan seperti naskah-naskah kuno.
naskah merupakan peninggalan tertulis yang menceritakan tentang hal-ihwal suatu masa tertentu di masa lalu. Di antara prasasti yang telah ditemukan adalah Batu Bersurat, Kedukan Bukit, Talang Tuo, Telaga Batu, Kota Kapur
dan Karang Berahi, peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Sementara manuskrip yang ada, berkaitan dengan agama, adat, hikayat, silsilah, pengobatan dan sejarah itu sendiri, dan merupakan peninggalan tokoh-tokoh zaman dulu, sebagian besar antara abad 16 hingga 18 M.
Kerajaan Melayu
Kerajaan Melayu yang dimaksud di sini adalah kerajaan yang pernah berdiri di kawasan Melayu, baik di Indonesia, maupun di luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Philipina dan Brunei. Kerajaan-kerajaan
tersebut menggunakan dan mengembangkan kebudayaan Melayu di kawasan mereka. Ringkasnya, mereka menjadikan kebudayaan Melayu sebagai identitas budaya, ekonomi, sosial dan politik. Rentang masa yang cukup panjang, dan cakupan wilayah yang luas menjadikan kerajaan-kerajaan tersebut memiliki kekhasan tersendiri, walaupun mereka disatukan oleh satu rumpun kebudayaan yang sama: kebudayaan Melayu. Dalam portal ini, kerajaan-kerajaan Melayu tersebut akan diklasifikasi berdasarkan letak geografis. Klasifikasi ini sekedar untuk memudahkan proses ketika mengakses informasi.
Ringkasan lain tentang Bangsa Melayu