Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Antropologi>Peran Istri Punggawa dalam Manajemen usaha perikanan

Peran Istri Punggawa dalam Manajemen usaha perikanan

oleh: FatihAlZaki     Pengarang : Soenarto
ª
 
Peran Istri Punggawa dalam Manajemen usaha perikanan di Pulau Bonetambung Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar, oleh Soenarto Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin.
Peneltian tentang realitas perempuan harus dilihat berdasarkan konteksnya. Penelitian yang dilakukan ini difokuskan pada istri punggawa (nelayan pemilik modal), dimana suaminya memiliki usaha yang relatif besar. Usaha yang besar tidak hanya menyangkut modal yang besar tetapi juga membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Dengan demikian, ketika punggawa telah memiliki tenaga kerja yang banyak, maka kiranya penting melihat peran istri, apakah istri tidak perlu berperan dalam usaha suami bila pekerjaan-pekerjaan dalam usaha dapat diselesaikan oleh tenaga kerja yang direkrut oleh suami? Atau apakah ada peran istri yang lain yang secara tidak langsung signifikan berpengaruh terhadap usaha suami? Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian dengan judul “Peran Istri Punggawa Dalam Managemen Usaha Perikanan di Pulau Bone Tambung Kota Makassar”.

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan peran istri punggawa dalam usaha perikanan. Bagaimana peran tersebut berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha. Penelitian difokuskan pada dua hal, pertama, bagaimana peran istri punggawa pada masyarakat Pulau Bonetambung? Kedua, bagaimana pengaruh peran istri punggawa terhadap usaha perikanan?

Untuk menjawab fokus masalah penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara untuk menggumpulkan data. Sedangkan analisis menggunakan teknik triagulasi.


Istri punggawa, selama ini tidak begitu nampak dalam hasil penelitian tentang struktur punggawa-sawi. Hal ini karena secara formal istri punggawa tidak terlibat langsung dalam aktifitas kenelayanan. Namun, setelah melakukan penelitian justru ditemukan bahwa istri punggawa adalah aktor yang penting dalam dinamika usaha perikanan. Istri punggawa terutama berperan dalam memulai usaha, perekrutan dan manajemen sawi serta pengelolaan sebaliknya juga demikian, beberapa usaha perikanan yang tetap bertahan karena punggawa beserta istrinya berhasil menjalin kerjasama yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa hal-hal di luar faktor produksi seperti hubungan suami-istri adalah hal yang penting dalam usaha perikanan.

Diterbitkan di: 26 Juli, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.