Peran Istri Punggawa dalam Manajemen usaha
perikanan di Pulau Bonetambung Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar, oleh Soenarto
Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas
Hasanuddin.
Peneltian tentang realitas perempuan harus
dilihat berdasarkan konteksnya. Penelitian yang dilakukan ini difokuskan pada
istri punggawa (nelayan pemilik modal), dimana suaminya memiliki usaha yang
relatif besar. Usaha yang besar tidak hanya menyangkut modal yang besar tetapi
juga membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Dengan demikian, ketika punggawa
telah memiliki tenaga kerja yang banyak, maka kiranya penting melihat peran
istri, apakah istri tidak perlu berperan dalam usaha suami bila pekerjaan-pekerjaan
dalam usaha dapat diselesaikan oleh tenaga kerja yang direkrut oleh suami? Atau
apakah ada peran istri yang lain yang secara tidak langsung signifikan
berpengaruh terhadap usaha suami? Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian
dengan judul “Peran Istri Punggawa Dalam Managemen Usaha Perikanan di Pulau
Bone Tambung Kota Makassar”.
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan
peran istri punggawa dalam usaha perikanan. Bagaimana peran tersebut
berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha. Penelitian difokuskan pada dua hal,
pertama, bagaimana peran istri punggawa pada masyarakat Pulau Bonetambung?
Kedua, bagaimana pengaruh peran istri punggawa terhadap usaha perikanan?
Untuk menjawab fokus masalah penelitian ini
penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara
untuk menggumpulkan data. Sedangkan analisis menggunakan teknik triagulasi.
Istri punggawa, selama ini tidak begitu
nampak dalam hasil penelitian tentang struktur punggawa-sawi. Hal ini karena
secara formal istri punggawa tidak terlibat langsung dalam aktifitas
kenelayanan. Namun, setelah melakukan penelitian justru ditemukan bahwa istri
punggawa adalah aktor yang penting dalam dinamika usaha perikanan. Istri
punggawa terutama berperan dalam memulai usaha, perekrutan dan manajemen sawi
serta pengelolaan sebaliknya juga demikian, beberapa usaha perikanan yang tetap
bertahan karena punggawa beserta istrinya berhasil menjalin kerjasama yang
baik. Hal ini menunjukkan bahwa hal-hal di luar faktor produksi seperti
hubungan suami-istri adalah hal yang penting dalam usaha perikanan.