Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Antropologi>7 kebudayaan "nyeleneh" yang membuat cantik

7 kebudayaan "nyeleneh" yang membuat cantik

oleh: hdiputra    
ª
 
Makna kata cantik, di setiap budaya berbeda - beda . sulit untuk dijelaskan secara pasti makna cantik . namun di dalam beberapa budaya terdapat cara - cara "nyeleneh" untuk menjadi cantik, apa saja ? silahkan di baca

1. Gigi buaya

Di New Guinea, seseorang baru disebut dewasa dan modis, apabila mereka mempunyai tato gigi buaya. prosesnya ? mereka menggambar motif atau symbol di tubuh dengan menggunakan gigi buaya. Kalau luka-lukanya sudah sembuh, maka gambar akan timbul di punggung

2. Muka penuh luka

Di Afrika barat ada tradisi untuk membuat luka dimuka agar diakui. entah bagaimana luka itu di peroleh dan bagaimana rasanya (pastinya sakit) .

3. Foot binding

Di Cina ada sebuah tradisi yang kalau dipikir sangat menyiksa atau foot binding yang dimulai pada masa akhir dinasti Tang (618-907) , lalu mulai menybar pada golongan kelas atas sampai pada zaman dinasti Song (960-1297), saat zaman dinasti Ming (1368-1644) dan dinasti Qing (1644-1911), budaya mengikat kaki menyebar luas dalam mayoritas masyarakat Cina sampai akhirnya dilarang pada Revolusi Sun Yat Sen

Foot binding dilakukan dengan cara membalut kaki dengan ketat menggunakan kain sepnjng sepuluh kaki dengan lebar dua inchi, melipat empat jari kaki ke bagian bawah kaki dan menarik ibu jari kaki medekati tumit agar kaki terlihat lebih pendek

Pembalut di kaki semakin diketatkan dari hari ke hari dan kaki dipaksa memakai sepatu yang semakin kecil. Kaki harus dicuci dan dipotong kukunya karena kalau tidak akan membuat kuku-kuku kaki di kaki yang diikat menusuk ke dalam dan menimbulkan infeksi. apabila balutan terlalu ketat maka dapat timbul buku” di kaki yang harus dipotong dengan pisau.

Kaki juga harus dipijat dan dikompres dingin dan panas untuk mengurangi rasa sakit. Pengikatan kaki mengakibatkan siklus darah tidak lancar yang membuat daging kaki menjadi busuk dan kaki dapat mengeluarkan nanah. Semakin kecil kaki seorang gadis maka akan semakin cantik ia dipandang. Panjang kaki seorang gadis hanya berkisar 10-15 cm saja. sungguh ironi

4. Penajaman gigi

Pernah membayangkan gigi kita terkena sesuatu yang keras sekali ? bagaimana rasanya ?, sakit sekali bukan ?, apalagi jika harus dibuat runcing Terbayangkn rasanya? Banyak kebudayaan di dunia menganut kecantikan gigi runcing ini. Jika sudah memasuki usia dewasa, giginya harus diruncingkan dengan cara diasah. dan parahnya Seseorang bisa pingsan saat melakukannya

5. Lidah reptil

Di Korea ada tradisi mebuat lidah seperti reptil, hasilnya pasti menyerupai reptil dan membuat empunya lidah susah makan

6. Bibir piring

Kalau tadi lidah yang di modifikasi, sekarang bibir yang di modifikasi, di Afrika sana ada kepercayaan kalau Mulut tidak Lebar Tidak Pantas Dinikahi. Maka berlomba - lombalah perempuan di suku Mursi untuk memperbesar ukuran mulutnya pada usia belia yaitu usia 13 hingga 16 tahun.

Caranya dengan mengiris bagian bawah bibir mereka sepanjang 1 sampai 2 cm, lalu dimasukkan piring bulat ke dalam irisan luka itu. Setelah dua hingga tiga minggu piring tersebut diganti dengan ukuran yang lebih besar hingga mencapai diameter 10 hingga 15 cm, bahkan 25 sentimeter dan seterusnya.


Bagi perempuan yang menolak untuk mengikuti tradisi tersebut akan mendapat sanksi sosial, sehingga sebagai terpaksa mengikuti tradisi yang turun-temurun itu. Bagi suku Mursi, adanya jejak lip plate pada bibir seorang perempuan, menandakan bahwa ia layak untuk dinikahi. Untuk diketahui, tradisi ini dilakukan sebelum 6 hingga 12 bulan si gadis itu baru dapat menikah. mengerikan bukan ?


7. Leher jerapah

Leher yang cantik bagi suku di kawasan asia ini adalah leher yang panjang. sudah merupakan suatu tradisi perempuan etnik Padaung dan Myanmar memakai gelang-gelang leher tembaga sebagai tanda kecantikan.
Lingkaran-lingkaran gelang ditambahkan secara bertahap sejak masa kanak-kanak, menyebabkan tekanan pada tulang selangka dan rusuk ke bawah. Bahu mereka pun melekuk secara dramatis dan leher terlihat lebih panjang.

Kini, sejumlah perempuan melakukan perlawanan karena tradisi itu memerangkap mereka di dalam desa-desa palsu. Banyak dari desa tersebut berada di Propinsi Mae Hong Son di Thailand, tempat para turis membeli tiket untuk melihat parempuan-perempuan jerapah yang eksotis
Diterbitkan di: 20 Juli, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.