Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Antropologi>Integrasi Telah Selesai ( komentar kritis atas papua road map)

Integrasi Telah Selesai ( komentar kritis atas papua road map)

oleh: jageboby     Pengarang : Agus E. santoso dan Yosep Rizal (Editor)
ª
 
Buku ini trbit merupakan komentar kritis terhadap buku Papua Road Map, hasil penelitian seorang antropolog LIPI dan diterbitkan oleh LIPI, dimana hasil penelitian mencakup beberapa hal diantaranya Pelurusan sejarah Integrasi Papua kedalam NKRI, penegakan hukum dan HAM di papua, kesejah teraan rakyat papua, dan yang terakhir masalah marjinalisasi. Dan menurut Papua Road Map perlu adanya dialog papua-Jakarta untuk menyelesaikan beberapa masalah di Papua.
Namun menurut beberapa tokoh yang menuliskan komentar dalam buku ini, Integrasi Telah Selesai menganggap sebagian isi buku yang di keluarkan LIPI merupakan propokasi terhadap masyarakat Papua dan okan membuat kebingungan untuk rakyat papua sendiri.
Ada beberapa Tokoh papua yang memberikan komentarnya dalam buku ini untuk menanggapi buku PRM, baik dari tokoh akademisi papua, tokoh politik, bahkan ada mantan panglima OPM dan ada mantan tokoh OPM yang lama di luar negri, juga aktivis LSM Papua. Dari diskusi- diskusi dengan para tohok inilah kemudian terbit buku ini.
Dalam buku integrasi Telah Selesai ini ada sekitar 16 komentar untuk buku PRM, ada disitu yang mengomantari tentang LIPI yang merupakan lebaga peneliti sudah masuk kedalam ranah politik, dan tidak berimbang dalam melakukan penelitiannya, dan ada juga komentar tentang LIPI dianggap menggali sesuatu yang sudah mati, karena mencoba mempermasalahkan tentang sejarah masa lalu integrasi papua ke dalam Indonesia.
Integrasinya papua kedalam NKRI merupakan kembalinya kepada pangkuan ibu pertiwi, dan komentar yang ada bahwa gejolak yang terjadi di papua muncul karena ketidak adilan yang diterima oleh rakyat paua. Dan disini menjelaskan bahwa penelesaian masala dipapua sudah dilakukan oleh pemerintah dengan memberikan Otonomi Khusus, kemudian otsus tidak berjalan sebagaimana mestinya maka bukanlah pemerintah pusat satu-satunya yang bertanggung jawab, namun para elit papua pun harus ikut bertanggunbg jawab atas masalah ini.
Ada juga yang berkomentar bahwa pemekaran wilayah merupakan tuntutan masarakat papua dalam meningkatkan pembangunan di wilayah papua. Karna dalam Papua Road Map disebutkan bahwa pemekaran yang diberikan pada papua merupakan cara pemerintah pusat untuk memecah belah rakyat papua, namun hal ini dianggap keliru. Karna pemekaran hadir dari aspirasi masyarakat papua.
Namun demikian tidak semuanya yang ada dalam buku Papua Road Map dikritisi disini, karna ada hal yang di setujui oleh tokoh yang komentar dalam buku ini seperti Penegakan hukum dan ham di papua contohnya.

Diterbitkan di: 26 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.