Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Antropologi > Bencana Ekologis dan Gerakan Rakyat

.

Bencana Ekologis dan Gerakan Rakyat

Summary rating: 1 stars 1 Tinjauan
Pengarang : Syam Asinar Radjam
Summary by : syamasinarradjam
Kunjungan: 196
kata: 600
Diterbitkan di: Agustus 10, 2007
Tematik Bencana Ekologis dan Membangun Gerakan Rakyat, Kongres Rakyat
Indonesia, Jakarta 2 Juli 2007>Baik dalam
pengelolaan sumber daya alam, maupun dalam mengupayakan agar ruang hidupnya
selamat, posisi rakyat Indonesia selalu terpinggirkan. Tetapi, cita-cita rakyat
untuk berdaulat atas kedua hal di atas bukan sebuah hal yang mustahil.Dalam Diskusi
Tematik Bencana Ekologis dan Membangun Gerakan Rakyat di hari kedua Konferensi
Rakyat Indonesia, Kusnadi (Yayasan Padi) menegaskan bahwa kunci untuk mencapai
cita-cita tersebut berada pada organisasi rakyat (OR). Hanya saja ditambahkan
Kusnadi, masing-masing OR perlu bekerja lebih keras dan mensinergikan perjuangannya
satu sama lain. Untuk OR yang bergerak di bidang sosial-politik perlu lebih aktif
melaksanakan kegiatan-kegiatan pembelaan (advokasi) terkait kasus ketidakadilan
pengelolaan sumber daya alam dan penangangan bencana, pengambil-alihan lahan
yang dirampas perusahaan (re-claiming),
kontrol kebijakan, pendidikan politik, dan lain sebagainya.Di bidang
ekonomi, OR-OR ada banyak hal yang harus diperjuangkan terus-menerus. Di
antaranya, membangun usaha ekonomi produktif, tata-niaga, transparansi
anggaran, dan membangun lembaga keuangan. “Organisasi rakyat, misalnya
organisasi tani, jangan hanya sibuk mengurus soal bercocok tanam. Tetapi juga
harus menyentuh soal tata niaga. Jika tidak, petani akan terus menerus miskin.
Karena hanya memperkaya pihak-pihak yang bermain di rantai tata-niaga,” tegas
Kusnadi.Gerakan OR di
bidang sosial-politik dan bidang ekonomi yang berjalan  ajeg dan sinergis inilah yang akan menjadi sebuah
kekuatan atau kunci perubahan politik bangsa ini. Baik dalam pengelolaan sumber
daya alam dan pencegahan bencana, bahkan juga di bidang ekonomi kerakyatan.Senada dengan
Kusnadi, Budi Aryanto (JKMA Aceh), selama ini ketergantungan rakyat terhadap
negara teramat tinggi. Keadaan itu disebabkan oleh penyelenggaraan negara yang
cenderung represif yang dipicu oleh 3 hal. Yaitu, penatabatasan ruang publik
dilakukan secara sepihak (oleh negara), kedudukan dan peran parlemen tidak
representatif, serta struktur dan mentalitas birokrasi yang cenderung korup.Dalam kondisi
seperti di atas, ketika terjadi bencana ekologis, keberadaan rakyat semakin terpuruk,
tak berdaya. Bantuan-bantuan yang datang tidak jarang justru makin memperlemah
kemandirian rakyat.Untuk itu, OR-OR
perlu meningkatkan kapasitasnya, baik kapasitas sumber daya masyarakat maupun
kapasitas di tingkat keorganisasian. Di sisi lain, perlu dibangun gerakan
bersama, menggalang solidaritas antar sektor, dimanapun OR berada. Misalnya,
memberikan bantuan, dukungan, dalam bentuk apapun ketika salah satu wilayah di
Indonesia terkena bencana alam.“Selama ini
gerakan rakyat di Indonesia berujung pada kegagalan. Penyebab utamanya adalah karena
bergerak sendiri-sendiri. Buruh hanya berjuang untuk buruh, petani hanya
berjuang untuk petani, nelayan hanya berjuang untuk nelayan,” lanjut Budi. <>
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Please sign in to add your comment Total comments in this abstract : 1

Komentar

Showing 1 out of 1   Please sign in to add your comment
  1. jelek

    riyan

    11 Nopember 2007

    ringkasanya jelek

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.