Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Indikator Remaja Berperilaku Hidup Sehat tanpa Rokok

Indikator Remaja Berperilaku Hidup Sehat tanpa Rokok

oleh: Lutfhi    
ª
 
Remaja yang bersikap hidup sehat adalah remaja:

1. Mengerti tujuan hidup.

2. Memahami faktor penghambat maupun pendukung perkembangan kematangannya.

3. Bergaul dengan bijaksana.

4. Terus menerus memperbaiki diri.

Dengan demikian remaja dapat diharapkan menjadi remaja yang handal dan sehat. Remaja harus mengetahui dirinya memiliki kekhawatiran dan harapan, dengan kata lain remaja harus mengerti dirinya sendiri. Faktor yang berkembang pada setiap remaja antara lain, fisik, intelektual, emosional, dan spiritual. Kecepatan perkembangan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Fisik 35%

2. Intelektual 20%

3. Emosional 30%

4. Spiritual 15%

Faktor fisik berkembang secara tepat, sedangkan faktor lainnya berkembang tidak sama besar. Perkembangan yang tidak seimbang inilah yang menimbulkan kejanggalan dan berpengaruh terhadap perilaku remaja.

Bagaimana seseorang remaja melihat dirinya sendiri, orang lain, serta hubungannya dengan orang lain termasuk orang tua dan pembina? Kadang-kadang ia ingin dianggap sebagai anak-anak, orang dewasa, bahkan orang lain dianggap sebagai orang tua atau teman.

Hubungan dirinya dengan orang lain dianggap bersifat:

1. Otoriter ------- demokratis

2. Tertutup ------- terbuka

3. Formal ------- informal

Semua tersebut di atas dalam keadaan "Dalam Perjalanan Menuju," sehingga dapat dilihat segalanya masih dalam proses dan tidak berada dalam kutub masa anak-anak ataupun kutub masa dewasa.

"Dalam Perjalanan Menuju" ini yang menonjol adalah:

1. Fisik yang kuat.

2. Emosi yang cepat tersinggung.

3. Sering mengambil keputusan tanpa berfikir panjang.

4. Pertimbangan agama, falsafah, ataupun tatakrama hanya kadang-kadang saja dipakai.

Dan "Dalam Perjalanan Menuju" yang paling penting diketahui oleh remaja adalah bagaimana remaja dapat berproses:

1. Menuju fisik yang ideal.

2. Menuju emosi kelakian ataupun kewanitaan yang utuh.

3. Menuju cara berfikir dewasa.

4. Menuju mempercayai hal-hal yang agamis, bersifat falsafah, dan bersifat tatakrama.

Diterbitkan di: 15 April, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.