Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Wawasan Kebangsaan Indonesia

Wawasan Kebangsaan Indonesia

oleh: hdpratiwi    
ª
 
Wawasan Kebangsaan Indonesia

Wawasan kebangsaan Indonesia dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesiaberkembang dan mengkristal dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia dalam membentuk negara Indonesia yang tercetus pada waktu diikrarkan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 sebagai tekad perjuangan yang merupakan konvensi nasional tentang pernyataan eksistensi bangsa Indonesia yaitu satu nusa, satu bangsa dan menjunjung bahasa ersatuan bahasa Indonesia.

Wawasan kebangsaaan tidak membedakan suku, keturunan, perbedaan warna kulit karena mengutamakan kesatuan dan persatuan bangsa atau yang disebut sebagai wawasan kebangsaan Indonesia yang didukung oleh ideologi/ gerakan yang timbul pada abad ke-18 yaitu nasionalisme (Bintoro 1996 dalam Suhady 2006: 21-22).

Latar belakang wawasan kebangsaan Indonesia tercatat dalam sejarah sejak abad ke-7 sampai abad ke-16 dalam periode masa Kerajaan Nusantara yaitu kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 sampai abad ke-12 dan kerajaan Majapahit abad ke-13 sampai abad ke-16 yang telah membawa bangsa Indonesia mencapai puncak kemegahan sebagai bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur serta berperan penting di kawasan Asia Tenggara. Sejak kedatangan bangsa barat yang menggunakan tipu muslihat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa maka berakhirlah periode Kerajaan Nusantara dan dimulai periode penjajahan yang menindas bangsa Indonesia dan menghisap kekayaan alam sehingga merupakan periode penderitaan lahir batin, namun bangsa di nusantara tidak pernah berhenti mengadakan perlawanan yang selalu mengalami kekalahan karena perjuangan bersifat local dak senantiasa gagal karena belum ada persatuan dan kesatuan sedangkan pihak colonial barat terus menggunakan politik pecah belah sehingga muncul kesadaran pada bangsa Indonesia bahwa perjuangan yang bersifat nasional yang berlandaskan persatuan dan kesatuan dari seluruh bangsa Indonesia mempunyai kekuatan yang nyata yang dimulai dengan pergerakan Budi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang merupakan tonggak awal sejarah perjuangan yang bersifat nasional yang membangkitkan gerakan di bidang politik, ekonomi/perdagangan, pendidikan, kesenian, pers, dan kewanitaan dan menimbulkan gagasan sikap, tekad yang bersumber dari nilai budaya bangsa yang disemangati oleh cita-cita moral rakyat yang luhur sebagai perwujudan dari wawasan kebangsaan (Suhady, 2006: 22-24).

Nilai dasar wawasan kebangsaan memiliki enam dimensi manusia yang bersifat mendasar dan fundamental, yaitu penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan; tekad bersama untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas, merdeka, dan bersatu; cinta akan tanah air dan bangsa; demokrasi atau berkedaulatan rakyat; kesetiakawanan sosial; masyarakat adil-makmur (Suhady, 2006: 24).

Wawasan kebangsaan mengamanatkan kepada seluruh bangsa Indonesia agar menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan dan sanggup serta rela berkorban untuk kepentingan pribadi atau golongan dengan cara memupuk penghargaan terhadap martabat manusia, cinta kepada tanah air dan bangsa, demokrasi dan kesetiakawanan sosial (Suhady, 2006: 28).

Wawasan kebangsaan mengmbangkan persatuan Indonesia sedemikian rupa sehingga asa Bhineka Tunggal Ika dipertahankan, persatuan tidak boleh mematikan keanekaan dan kemajemukan dan sebaliknya keanekaan dan kemajemukan tidak boleh menjadi pemecah namun harus menjadi kekuatan yang memperkaya persatuan. Wawasan Kebangsaan Indonesia dilandasi Pancasila sebagai falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang mengandung nilai dasar yang menjadi pedoman dalam bersikap dan bertingkah laku yang bermuara terbentuknya karakter bangsa (Suhady, 2006: 29).

Wawasan kebangsaan Indonesia menjadikan bangsa yang tidak dapat mengisolasi diri dari bangsa lain menjiwai semangat bangsa bahari yang terimplementasikan menjadi wawasan nusantara bahwa wilayah laut Indonesia adalah bagian dari wilayah negara kepulauan yang diakui dunia, berupa pandangan yang menyatakan negara Indonesia merupakan suatu satu kesatuan dipandang dari semua aspek sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia dalam mendayagunakan konstelasi Indonesia, sejarah dan kondisi sosial budaya untuk mengejawantahkan semua dorongan dan rangsanga dalam usaha mencapai perwujudan aspirasi bangsa dan tujuan nasional yang mencakup kesatuan politik, kesatuan sosial budaya, kesatuan ekonomi, kesatuan pertahanan keamanan (Suhady, 2006: 29-31).

Realisasi penghayatan dan pengisian wawasan nusantara menjamin keutuhan wilayah nasional dan melindungi sumber kekayaan alam beserta pengelolaannya dan menunjukkan wibawa kedaulatan negara Republik Indonesia.

Wawasan kebabgsaan Indonesa adalah wawasan yang terbuka dan dilandasi paham kebangsaan yang luas dengan budaya yang menjadi cirri identitas insane Indonesia di atas keragaman budaya daerah Indonesia yang berkembang subur, dengan implementasi kesatuan dan persatuan dalam mengembangkan pembangunan antarpulau utama yang didukung oleh pembangunan wilayah laut sebagai wahana pemersatu guna mencapai kesatuan politik yang diikuti oleh kesatuan ekonomi dan kesatuan budaya.

Wawasan kebangsaan Indonesia yang menjadi sumber perumusan kebijakan desentralisasi pemerintahan dan pembangunan dalam rangka pengembangan otonomi daerah harus dapat mencegah disintegrasi/pemecahan negara kesatuan, mencegah merongrong wibawa pemerintah pusat, mencegah timbulnya pertentangan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah sehingga dapat terwujud pemerintah pusat yang bersih dan akuntabel dan pemerintah daerah yang tumbuh dan berkembang secara mandiri dengan daya saing yang sehat antar daerah dengan terwujudnya kesatuan ekonomi, kokohnya kesatuan politik, berkembangnya kesatuan budaya yang memerlukan warga bangsa yang kompak dan bersatu dengan ciri kebangsaan, netralitas birokrasi pemerintahan yang berwawasan kebangsaan, system pendidikan yang menghasilkan kader pembangunan berwawasan kebangsaan.

Wawasan kebangsaan Indonesia member peran bagi warga bangsa Indonesia untuk proaktif mengantisipasi perkembangan lingkungan strategic dengan member contoh bagi bangsa lain dalam membina identitas, kemandirian dan menghadapi tantangan dari luar tanpa konfrontasi dengan meyakinkan bangsa lain bahwa eksistensi bangsa merupakan asset yang diperlukan dalam mengembangkan nilai kemanusiaan yang beradab (Sumitro, 2006
:32-36).

Diterbitkan di: 07 Desember, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Komentar Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.