Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Jenis Alat Musik Tradisional

Jenis Alat Musik Tradisional

oleh: Achmadyani     Pengarang : By Achmad Yani
ª
 
  • JENIS ALAT MUSIK TRADISIONAL DARI MANCANEGARA

Setiap negara di dunia memiliki kebudayaan yang mencerminkan kekhasan masing-masing. Setiap negara juga memiliki pengalaman sejarah yang berbeda-beda, baik dari segi ideologi, karakter kehidupan sosial, lingkungan alam, maupun alat musik tradisional. Dalam hal kesenian, selain tarian dan sastra, setiap negara memiliki alat musik tradisional. Alat musik tradisional memiliki ciri dan keunikan tersendiri, baik dari bentuk maupun cara memainkannya. Jika Indonesia memiliki gamelan, bagaimana dengan negara lain? Berikut ini beberapa alat musik tradisional dari masing-masing negara di dunia.

1. Balalaika

Balalaika merupakan alat musik tradisional Rusia yang sudah ada sejak 350 tahun lalu. Alat musik tradisional ini berbentuk segi tiga. Sebagian besar memiliki tiga senar, namun ada pula yang memiliki empat senar.

Balalaika dibuat dalam enam ukuran. Ukuran terbesar harus diletakkan di tanah saat dimainkan. Asal alat musik ini adalah dari suku Tatar (atau Tartar) yang tinggal di Rusia tengah dan menjadi populer mulai 1700-an. Balalaika memainkan lagu-lagu rakyat Rusia dan mengiringi tarian-tarian tradisional.

2. Gayageum

Gayageum adalah alat musik petik tradisional Korea yang berupa kecapi dengan 12 senar. Alat musik ini diciptakan raja ke-6 dari Kerajaan Gaya, yakni Gasil. Gayageum kemudian disebarkan ke Kerajaan Silla dan masih dimainkan hingga kini. Gayageum telah mengalami banyak modifikasi.

3. Erhu

Erhu merupakan alat musik tradisional Tiongkok yang paling populer di samping Guzheng dan Dizi. Secara umum, keluarga alat musik gesek ini dikenal juga dengan istilah huqin yang berarti "alat musik orang barbar". Dinamakan demikian karena diperkenalkan oleh orang barbar yang berasal dari Asia Tengah.

4. Tambur

Tambur merupakan alat musik yang berasal dari Turki. Terbuat dari kulit dan digunakan dalam percussion music. Selain itu, tambur dihiasi ornamen khas Turki dan memiliki diameter sekitar 30–40 cm.

5. Koto

Koto adalah alat musik tradisional Jepang yang menyerupai kecapi. Alat ini masuk ke Jepang sejak abad ke-7. Di masa itu, koto dimainkan sebagai salah satu bagian musik Istana. Koto dimainkan sebagai alat musik tunggal, tanpa iringan alat musik lain, dan menjadi populer di masyarakat sejak abad ke-17.

Bagian badan terbuat dari kiri atau kayu paulownia yang dilubangi bagian dalamnya. Koto memiliki 13 dawai. Karena koto menggunakan lima tangga nada, dengan 13 dawai, biasanya koto dapat menghasilkan sekitar 2,5 oktaf. 6. Tabla

Tabla adalah instrumen musik perkusi yang populer di India. Alat musik ini dipakai dalam musik klasik Hindustan serta dalam musik populer dan peribadatan di anak benua India. Alat musik ini terdiri dari sepasang drum tangan dengan ukuran dan warna nada yang berbeda. Nama tabla berasal dari bahasa Arab, tabl, yang bermakna drum.

7. Kompang

Kompang ialah sejenis alat musik tradisional yang paling populer bagi masyarakat Melayu. Ia tergolong dalam kumpulan alat musik gendang. Kulit kompang biasanya dibuat dari kulit kambing betina. Namun belakangan, dibuat dari kulit lembu, kerbau, dan getah sintetis.

Terdapat dua bagian kompang, yaitu muka yang disebut belulang dan bagian badan yang disebut baluh. Alat musik ini berasal dari dunia Arab dan dipercayai dibawa masuk ke Tanah Melayu ketika zaman Kesultanan Melaka oleh pedagang India muslim, atau melalui Jawa pada abad ke-13 oleh pedagang Arab.

Kompang biasanya berukuran 16 inci ukur lilit dan ditutup dengan kepingan kulit pada sebelah permukaan. Ia memunyai bukaan cetek dan dimainkan cara dipukul dengan sebelah tangan, sementara tangan yang lain untuk memegang.

8. Birimbau

Birimbau merupakan alat musik tradisional dari Brasil yang digunakan dalam jogo atau permainan dalam capoeira. Beberapa bagian dari birimbau adalah kabasa, dobra, dan vagante. Dalam memainkannya, birimbau biasanya dilengkapi dengan satu alat musik lagi yang disebut dengan kasisi. Alat musik lain yang digunakan dalam permainan jogo adalah atabaki.

9. Vuvuzela

Vuvuzela atau biasa disebut lepatata adalah sebuah alat musik tiup khas Afrika Selatan. Alat musik ini menjadi populer saat penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2010 lalu. Alat musik ini memiliki panjang sekitar 65 cm dan menghasilkan tekanan suara hingga 127 desibel.

10. Aulos

Aulos adalah alat musik tiup tradisional asal Yunani-Romawi. Aulos juga ditemukan di daerah Mesir dan sekitarnya. Alat musik ini terbuat dari kayu. Bentuknya terdiri atas dua buah tabung seruling yang disatukan dan memiliki empat atau lima lubang nada. Alat ini sulit untuk dimainkan karena memiliki dua buluh yang disatukan.

11. Tumpong

Tumpong adalah seruling yang berasal dari Filipina. Tumpong memiliki lima lubang, satu di bagian atas dan empat di bagian bawah. Tumpong sering dimainkan dalam acara pada malam hari. Alat musik ini terbuat dari bambu dan bentuknya sama dengan seruling bambu lainnya.

12. Washint

Alat musik ini berasal dari Etiopia. Bentuknya hampir sama dengan recorder. Washint terbuat dari kayu atau rotan. Alat musik ini biasa dimainkan secara solo. Namun, pada 1963, alat musik ini sudah digunakan dalam permainan orkestra Etiopia.

13. Bagpipe

Alat musik khas Skotlandia ini dimainkan dengan cara ditiup. Namun, berbeda dengan seruling, bagpipe memiliki satu tabung untuk menyimpan udara, sementara lubang seruling berjumlah lima buah.

Diterbitkan di: 31 Agustus, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.