Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Langkah-Langkah Metode Pembelajaran Sosiodrama

Langkah-Langkah Metode Pembelajaran Sosiodrama

oleh: dick_78    
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; text-align :justify; font-size:11.0pt; font-family :"Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"TimesNew Roman";}

Langkah-Langkah MetodePembelajaran Sosiodrama

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; font-size: 11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"TimesNew Roman";}

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; font-size: 11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"TimesNew Roman";} Pengertian belajar bisa berbeda-beda untuk setiap orang. Hal tersebut dikarenakan adanya berbagai bentuk perbuatan belajar. Membaca, menulis,menghitung, diskusi dan sebagainya.

Kita mengenal bermacam-macam metode pembelajaran, baik yang tradisional maupun modern. Salah satu metode tersebut adalah metode sosiodrama dan bermain peran. Sosiodrama menurut Ramayulis (2008:309), berasal dari kata Sosio yang artinya masyarakat dan drama yang berarti keadaan orang atau peristiwa yang dialami orang, sifat, dan tingkah lakunya, hubungan seseorang dengan orang lain dan sebagainya.

Dari pengertian yang telah diuraikan di atas dapat disimpulkan bahwa metode sosiodrama menekankan pada siswa dapat menghayati peranan apa yang dimainkan, dan mampu menempatkan diri dalam situasi orang lain yang dikehendaki guru. Ia dapat belajar watak orang lain, cara bergaul dengan orang lain, bagaimana cara mendekati dan berhubungan dengan orang lain, dan dalam situasi tersebut mereka harus dapat memecahkan masalahnya. Melalui metode ini siswa menjadi mengerti bagaimana cara menerima pendapat orang lain. Siswa juga harus bisa berpendapat, memberikan argumentasi dan mempertahankan pendapatnya.

Agar pelaksanaan metode Sosiodrama ini berhasil dengan efektif, menurut Ramayulis (2008: 313-314) maka harus memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Persiapan, Mempersiapkan masalah situasi hubungan sosial yang akan diperagakan atau pemilihan tema cerita.
  2. Penentuan pelaku atau pameran, setelah mengemukakan tema cerita disertai tugas memberi dorongan kepada peserta didik-murid untuk bermain peran, maka diadakanlah penentuan para pelaku dan menjelaskan bagaimana dan betapa harus memulai melakukan peran. Para pelaku diberi petunjuk atau contoh sederhana agar mereka siap mental.
  3. Permainan sosiodrama, para pelaku memainkan peranannya sesuai dengan imaginasi atau daya tanggap masing-masin, sampai pada puncak klimaks tertentu atau suatu titik kulminasi (puncak) perdebatan yang hangat.
  4. Diskusi, permainan dihentikan para pemeran dipersilahkan duduk kembali, kemudian dilanjutkan dengan diskusi di bawah pimpinan guru yang diikuti oleh semua peserta didik (kelas). Diskusi berkisar pada tingkah laku para pemeran dalam hubungannya dengan tema cerita, sehingga terhadirlah suatu pembicaraan berupa tanggapan, pendapat dan beberapa kesimpulan.
  5. Ulangan permainan, setelah diskusi selesai dilakukan ulangi permainan atau bermain peranan ulangand dengan memperhatikan pendapat, saran-saran atau kesimpulan-kesimpulan yang diperoleh dari hasil diskusi.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa metode sosiodrama di dalam pelaksanaannya dapat digabungkan dengan metode bermain peran. Sosiodrama berarti medramatisasikan suatu masalah, sedangkan bermain peran berarti siswa diajak untuk memainkan peranan dalam dramatisasi masalah tersebut. Banyak segi positif dari penggunaan metode sosiodrama dan bermain peran, yaitu (1) siswa terlatih untuk mendramatisasikan masalah dan mereka lebih tertarik mengikuti pelajaran, (2) melatih keberanian siswa untuk tampil di muka umum, (3) membuat kelas menjadi hidup karena dapat menarik perhatian siswa, (4) melatih penghayatan terhadap suatu peristiwa, (5) melatih anak untuk berpikir secara teratur. Metode sosiodrama dan bermain peran dapat diterapkan untuk materi apa saja, termasuk pembelajaran Akidah Akhlak.

Diterbitkan di: 21 Juli, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pengertian dari metode sosiodrama apa? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa judul buku yang memuat tentang metode sosiodrama? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.