Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Sosialisme

oleh: oxlay    
ª
 
Sosialisme adalah sebuah paham yang menekankan kepemilikan bersama atas alat-alat produksi (tanah, tenaga kerja, modal). Kelahiran sosialisme erat hubungannya dengan berkembang pesatnya industri di eropa pada abad ke 18. pada saat itu, para pemilik modal berkembang di mana-mana, demikian juga industri. Dalam kenyataan, kemajuan industri tidak diimbangi oleh kesejahteraan para buruh atau pekerja industri. Para pemilik industri malah berleha-leha di atas keringat kaum buruh. Upah buruh industri rendah, jam kerja kadang tidak terbatas, kesejahteraan mereka memprihatinkan. Sebaliknya, para pemilik modal semakin kaya, padahal kekayaan para pemilik modal merupakan hasil keringat kaum buruh. Di sisi lain, negara malah lebih mendukung para pemilik modal ketimbang nasib kaum buruh itu. Seluruh sarana produksi (tanah, modal, dan seterusnya) ada di tangan orang-orang berduit yang jumlahnya hanya sedikit.

Melihat situasi itu, beberapa pelopor sosialisme menentang kemutlakan milik pribadi dan menyokong pemakaian milik pribadi untuk kepentingan umum. Inilah awal dari sosialisme.

Karl Marx adalah seorang sosialis yang lebih gencar lagi mempropagandakan perwujudan sosialisme. Melihat dunia industri yang semakin menghisap kaum buruh itu, Marx yakin bahwa suatu saat kaum buruh akan menyadari nasibnya yang menyedihkan itu dan berbalik menyingkirkan kaum pemilik modal melalui sebuah revolusi. Hasil dari revolusi itu adalah terciptanya sosialisme, di mana hak milik pribadi dan negara dihapus, sarana-sarana produksi dan distribusi dimiliki bersama-sama, dan terciptanya negara tanpa kelas.

Akan tetapi sosialisme bukanlah tahap akhir yang dicita-citakan oleh Karl Marx. Sebab, menurutnya, pada tahap sosialisme belum sepenuhnya hilang, hak milik pribadi pun belum sepenuhnya dihapus, demikian juga kelas-kelas. Oleh karena itu, ia melihat sosialisme hanya sebagai tahap peralihan menuju komunisme. Pada tahap komunisme, hak milik pribadi, kelas-kelas, dan negara benar-benar dihapus, sarana-sarana produksi dimiliki bersama-sama dan negara tanpa kelas akan benar-benar tercipta.

Diterbitkan di: 05 Juni, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Apakah untuk d era sekarng dan 5thn k depan sosialisme baik untk negara indonesia?? dengan kondisi sudah bnyak industri berdiri dgn pemimpin luar negeri? alasan. Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.