Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Monarki absolut dan monarki konstitusional

Monarki absolut dan monarki konstitusional

oleh: oxlay    
ª
 
Monarki absolut
Dalam monarki absolut, pemerintahan dikepalai oleh seorang raja, ratu, syah, atau kaisar yang kekuasaannya tidak terbatas. Perintah penguasa merupakan hukum yang harus dipatuhi oleh rakyatnya. Pada diri penguasa terdapat kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif yang menyatu dalam ucapan dan perbuatannya. Satu contoh yang banyak dikenal adalah Perancis pada masa kekuasaan Louis XIV. Louis XIV menyebut bahwa ‘negara adalah saya’. Artinya tidak ada perbedaan antara lembaga negara dengan diri pribadi sang raja, segala kehendaknya berarti undang-undang yang mesti dipatuhi oleh rakyat.

Monarki konstitusional
Bentuk monarki absolut banyak dipraktekkan pada masa lalu, ketika partisipasi politik rakyat dibatasi atau bahkan tidak diperkenankan sama sekali. Perkembangan politik yang terjadi, terutama setelah lahirnya Revolusi Industri, menyadari rakyat bahwa mereka memiliki hak asasi yang tidak dapat diambil alih secara paksa. Oleh karena itu berkembang kehendak untuk membatasi kekuasaan raja agar tidak bersifat mutlak (absolut). Di sisi lain, partisipasi politik rakyat juga harus diberi ruang. Penguasa pun mesti memperhatikan kepentingan rakyat dan bekerja keras untuk mewujudkan tujuan bersama. Semua itu termaktub dalam suatu undang-undang dasar (konstitusi) yang diandalkan sebagai suatu kontrak sosial, maka bentuk pemerintahan yang demikian disebut monarki konstitusional.

Pengalaman beberapa kerajaan berkaitan dengan proses terbentuknya monarki konstitusional dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Adakalanya inisiatif untuk mengubah bentuk monarki absolut menjadi monarki konstitusional itu datang dari raja sendiri karena dia takut kekuasaannya akan runtuh.
b. Adakalanya monarki absolut berubah menjadi monarki konstitusional karena adanya desakan dari rakyat atau terjadi revolusi yang berakibat dibatasinya kekuasaan raja.

Diterbitkan di: 05 Juni, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    perbedaan monarki mutlak dan monarki konstitusional Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Mengapa pemerintahan monarki absolut banyak yang berubah menjadi monarki konstitusional seiring dengan perkembangan zaman ? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.