Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pendekatan Keruangan (geografi)

Pendekatan Keruangan (geografi)

oleh: DionThohiron     Pengarang : NN
ª
 

Setiap tempat di permukaan bumi mempunyai ciri-ciri yang khusus di mana dapat dibedakan antara tempat yang satu dengan tempat yang lain. Oleh karena itu konsep tempat dinamakan wilayah (region)

Dalam geografi ada dua pengertian wilayah, yaitu wilayah formal (formal region), dan wilayah fungsional (fungtional region). Wilayah formal dapat dibedakan dalam dua pengertian, yaitu : pertama pengertian internasional. Kedua pengertian nasional. Sedangkan pengertian fungsional adalah bagian dari permukaan bumi, di mana terdapat beberapa keadaan alam yang berlawanan memungkinkan timbulnya bermacam-macam kegiatan yang saling mengisi dalam kegiatan penduduknya.


Konsep tempat dalam pengertian wilayah dapat digunakan sebagai pendekatan geografi, klasifikasainya adalah sebagai berikut.

1. Uniform Region

Suatu wilayah dijadikan sumber dasar telaah geografi disebabkan adanya keseragaman atau kesamaan dalam kriteria tertentu.

2. Nodal Region

Suatu wilayah yang diatur oleh beberapa pusat kegiatan yang dihubungkan melalui garis melingkar.

3. Generic Region

Wilayah yang diklasifikasikan berdasarkan jenisnya sehingga fungsi wilayah yang bersangkutan diabaikan.

4. Specific Region

Wilayah berdasarkan kekhususannya sehingga merupakan daerah tunggal yang mempunyai ciri-ciri tersendiri.

Jadi fungsi tempat bagi manusia adalah sebagai ruang hidup. Ruang dalam hal ini ditafsirkan menurut tiga pendekatan, yakni pendekatan ekologis, ruang sebagai milleu (yang berisi sumber alam). Pendekatan spatial (keruangan), ruang sebagai space yakni ajang kegiatan manusia. Pendekatan regional sebagai region. yakni daerah atau kesatuan politis.


Untuk menganalisis pola-pola geografi diperlukan :

a. Memahami peta, proyeksi, skala dan bagaimana foto itu direkam.

b. Mengetahui metode statistik yang digunakan untuk memilah-milahkan faktor yang dipakai untuk menjelaskan pola-pola geografi yang diamati.

c. Memahami teknik-teknk penilaian yang mampu menjelaskan perubahan-perubahan pola-pola geografis yang dinamis.


Beberapa contoh fungsi peta sebagai berikut:

a. Untuk memberikan informasi pokok dari aspek keruangan tentang karakter dari suatu daerah.

b. Sebagai suatu alat menganalisis untuk mendapatkan suatu kesimpulan.

c. Sebagai alat untuk menjelaskan penemuan-penemuan penelitian yang dilakukan.

d. Sebagai alat untuk menjelaskan rencana-rencana yang diajukan.


Klasifikasi peta menurut penggunaannya, skala, dan kenampakan dari peta dapat dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu : pertama peta topografi memberikan gambaran umum mengenai permukaan lahan ( termasuk peta perencanaan dan peta geografi). Kedua chart dan peta jalan disusun dengan tujuan sebagai alat bantu dalam navigasi (untuk navigasi dan orientasi). Ketiga peta-peta tematik pada akhir-akhir ini semakin penting dalam kaitannya dengan menunjukkan tema-tema tertentu (menampilkan satu tema khusus atau lebih).

Untuk membaca peta, kita perlu memahami skala dari peta yang dapat diartikan sebagai perbandingan jarak antara dua titik sembarang di peta dengan jarak horisontal kedua titik itu di permukaan bumi. Adapun macam-macam skala adalah sebagai berikut:

a. Skala angka atau skala pecahan.

b. Skala yang dinyatakan dengan kalimat.

c. Skala grafis (Graphical scale line).

Diterbitkan di: 29 Februari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.