Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pola persebaran desa

Pola persebaran desa

oleh: oxlay    
ª
 
Pola persebaran desa dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain letak, keadaan iklim, kesuburan tanah, tata air, keadaan ekonomi, serta keadaan kultur penduduknya.

1. Letak Desa. Letak suatu desa berpengaruh terhadap pola persebaran desa. Pola desa yang terletak di dataran rendah berbeda dengan pola desa yang terletak di dataran tinggi atau pegunungan. Pola desa di dataran rendah umumnya berbentuk kompak, baik mengelompok maupun memanjang. Pola desa di dataran tinggi atau pegunungan berbentuk tersebar.

2. Keadaan Iklim. Unsur iklim berkaitan dengan suhu udara dan curah hujan. Desa dengan keadaan unsur iklim yang baik cenderung berkembang lebih cepat apabila dibandingkan dengan desa yang memiliki unsur iklim yang buruk.

3. Kesuburan Tanah. Desa dengan kesuburan tanah yang merata akan membentuk pola desa yang memusat atau mengelompok. Sebaliknya, desa yang memiliki kesuburan tanah tidak merata akan membentuk pola desa yang tersebar.

4. Tata Air. Desa yang memiliki tata air yang baik dengan permukaan air tanah relatif dangkal akan membentuk pola desa yang mengelompok (kompak). Sebaliknya, desa yang memiliki tata air yang buruk akan membentuk pola desa tersebar tidak beraturan.

5. Keadaan Ekonomi. Keadaan ekonomi suatu desa berpengaruh terhadap bentuk pola desa, misalnya desa yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai nelayan akan membentuk pola desa yang memanjang mengikuti garis pantai atau alur muara sungai.

6. Kultur Penduduk. Kultur penduduk berkaitan erat dengan budaya masyarakat setempat, meliputi mata pencaharian, penguasaan teknologi, adat istiadat atau tradisi, dan kepercayaan. Kultur penduduk agraris dengan penguasaan teknologi yang sederhana cenderung membentuk pola desa yang memusat atau kompak.

Sehubungan dengan kondisi geografis yang tidak sama pada setiap kawasan, bentuk pola desa pun berbeda-beda. Pola persebaran desa yang banyak dijumpai di Indonesia adalah sebagai berikut:
1. Pola Memanjang (linier).
a. mengikuti jalan. Pola desa yang terdapat di sebelah kiri dan kanan jalan raya atau jalan umum. Pola ini banyak terdapat di dataran rendah.
b. mengikuti sungai. Pola desa ini bentuknya memanjang mengikuti bentuk sungai, umumnya terdapat di daerah pedalaman.
c. mengikuti rel kereta api. Pola ini banyak terdapat di Pulau Jawa dan Sumatera karena penduduknya mendekati fasilitas transportasi.
d. mengikuti pantai. Pada umumnya, pola desa seperti ini merupakan desa nelayan yang terletak di kawasan pantai yang landai.

Maksud dari pola memanjang atau linier adalah untuk mendekati prasarana transportasi seperti jalan dan sungai sehingga memudahkan untuk bepergian ke tempat lain jika ada keperluan. Di samping itu, untuk memudahkan penyerahan barang dan jasa.

2. Pola Desa Menyebar
Pola desa ini umumnya terdapat di daerah pegunungan atau dataran tinggi yang berelief kasar. Pemukiman penduduk membentuk kelompok unit-unit yang kecil dan menyebar.

3. Pola Desa Tersebar
Pola desa ini merupakan pola yang tidak teratur karena kesuburan tanah tidak merata. Pola desa seperti ini terdapat di daerah karet atau daerah berkapur. Keadaan topografinya sangat buruk.

Diterbitkan di: 12 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pola persebaran desa menurut ahli Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mana gambar pola desanya Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    contoh bentuk desa yang memusat Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    contoh tradisi masyarakat pedesan?? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    tradisi masyarakat pedesaan??? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.