Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pembelajaran Kalam

Pembelajaran Kalam

oleh: rosian42    
ª
 
Keterampilan berbicara dianggap sebagai keterampilan yang sangat penting dalam pembelajaran bahasa Asing, karena berbicara merupakan suatu yang aplikatif dalam bahasa dan merupakan tujuan awal seseorang yang belajar suatu bahasa.

Kalam merupakan keterampilan dasar yang menjadi bagian penting dalam Pembelajaran bahasa kedua. Aspek keterampilan ini paling dominan di antara keterampilan-keterampilan berbahasa yang lain setelah istima’.
Beberapa prinsip dasar dalam pembelajaran kalam sesuai tingkatan pembelajar, yaitu :
1. Tingkat dasar (mubtadi’)
Guru dapat melempar pertanyaan yang kemudian wajib dijawab oleh para siswa. Diupayakan agar guru dapat menata urutan pertanyaan sesuai dengan materi atau topik pelajaran secara menyeluruh.
2. Tingkat menengah (mutawashshith)
Pada tingkat ini, guru dapat mengembangkan pengkondisian belajar. Misalnya dengan menggunakan tehnik bermain peran (la’b al-dawr), bercerita tentang kejadian yang dialami siswa, mengungkapkan kembali apa yang telah mereka dengar di radio atau apa yang telah mereka lihat di televisi, vcd dan lain-lain.
3. Tingkat lanjut (mutaqaddim)
Pada tahap ini, guru dapat meminta peserta didikuntuk menceritakan yang paling disukai atau dibenci berikut alasannya. Peserta didik benar-benar diarahkan pada latihan agar dapat mengungkap apa yang menjadi beban pikirannya.

Ada beberapa faktor-faktor pendukung guna memperoleh hasil yang maksimal dalam pembelajaran berbicara antara lain :
a. Faktor Ucapan (al-Nutq)
Kemampuan seseorang mengungkapkan suatu bahasa dengan ungkapan yang fasih, baik dan benar merupakan tolak ukur awal kemampuan seorang dalam berbahasa, karena yang pertama kali terdengar dan dapat dideteksi secara langsung oleh orang lain dalam berbahasa adalah bahasa lisan (ucapan).
b. Faktor Kosa Kata (al-Mufrodat)
Salah satu tujuan dari beberapa tujuan utama pembelajaran bahasa asing adalah adanya kemajuan yang dalam perkembangan kebahasaan seseorang. Padahal perkembangan kebahasaan seseorang sebenarnya akan dapat dideteksi sedini mungkin melalui pengauasaannya dalam mengungkapkan ha-hal yang tersirat dalam benaknya secara spontanitas, karena ungkapan spontanitas seseorang dengan menggunakan bahasa asing
merupakan bukti bahwa dia memiliki segudang mufrodat (kosa kata).
c. Faktor Tata Bahasa (al-Qowaid)
Para pemerhati bahasa banyak yang menafikan pentingnya fungsi tata bahasa dalam mempelajari bahasa asing. Mereka juga mengatakan bahwa pelajaran tata bahasa bukanlah hal yang memiliki urgenitas tinggi dalam pembelajaran bahasa dan bahkan tidak di butuhkan dalam pembelajaran berbicara. Karena dianggap akan memasung kreatifitas pembelajar untuk berbicara.
Pendapat ini bukan berarti benar untuk selamanya, namun sangat relatif kerena kebenaran pendapat tersebut akan valid jika pembelajaran yang di maksud adalah pemula dan baru mengenal bahasa arab sehingga ia langsung diajarkan tata bahasa maka ia akan merasa kesulitan, akan tetapi jika materi tersebut diberikan bagi mereka yang sudah agak mahir dengan seperangkat kosa kata yang mencukupi, maka pembelajaran tata bahasa itu sendiri akan menjadi sebuah kebutuhan guna mengoreksi dan mengarahkan bahasanya agar baik dan benar.

Diterbitkan di: 07 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.