Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Rasa Malu

oleh: AdhyzalKandarY     Pengarang : Pengetahuan
ª
 
RASA MALU
“Sesungguhnya termasuk perkataan Nabi terdahulu yang sampai kepada manusia adalah, “Jika kamu tidak memiliki rasa malu , maka berbuatlah sesukamu” (HR Bukhari, Abu Daud, Ibnu Majah).
Sikap malu itu adalah warisan dari para nabi kita terdahulu. Malu diwarisi secara turun termurun dari generasi awal para nabi ke generasi berikutnya sampai pada Rasulullah SAW.
Rasa malu itu ada dua yaitu:
a. Malu Berbuat Maksiat
Malu inilah yang sangat dianjurkan kepada seorang muslim bahkan merupakan cabang dari keimanan. Misalnya malu untuk berbuat korupsi,malu untuk tidak sholat, malu berjudi, malu meneguk minum minuman keras, malu tidak berhijab untuk muslimah dan sebagainya.Kalau rasa malu berbuat kejahatan itu sudah tidak ada maka akan muncul banyak macam kejahatan dan kemaksiatan.
b. Malu berbuat kebaikan
Malu ini sangat tidak dianjurkan oleh islam bahkan merupakan malu yang tercela dan harusnya ditinggalkan oleh seorang muslim, missal malu memakai jilbab, malu disebut orang alim dan sebagainya. Kalau ada orang yang merasa malu utk berbat kebaikan maka ia telah menempatkan rasa malunya pada tempat yang salah.
Malu itu memiliki beberapa manfaat yakni
1. Mencegah dari berbuat kejahatan
Kejahatan tidak hanya timbul karena niat pelakunya tetapi karena ada kesempatan. Namun niat dan kesempatan itu akan luruh jika pelakunya memiliki rasa malu yang sangat kuat untuk berbuat kejahatan dan kedzaliman. Walaupun tidak ada orang yang melihat, seorang muslim harusnya memiliki rasa malu untuk berbuat kejahatan karena yakin bahwa Allah SWT adalah Maha Pengawas terhadap segala aktifitasnya.
2. Zuhud terhadap dunia
Orang yag malu biasanya segan untuk larut dalam gemerlapnya dunia sehingga muncullah sikap zuhud dalam dirinya yang menyebabkannya banyak mengingat akhirat dan hari kematian.
3. Memperkuat Iman
Orang yang memiliki sifat malu itu insya Allah keimanannya kepada Allah akan semakin kuat karena malu adalah sebagian dari iman.
4. Penuh dengan kebaikan
Orang yang malu insya Allah sikapnya, amalnya, penampilannya dan pribadinya semuanya baik.
5. Dicintai oleh Allah SWT
Rasulullah SAW bersada “ Sesungguhnya Engaku memiliki dua sifat yang dicintai oleh Allah SWT” yakni sifat lemah lembut dan sifat Malu “ (Ahmad dan Nasa`i).
Wa allahu alam bi`shawab
Diterbitkan di: 29 April, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

5 Teratas

.